Puncta 23.08.20: Robin Hood Indonesia

0
460 views
Kusni Kasdut by Ist


Minggu Biasa XXI
Matius 16:13-20

SEJARAH kriminal Indonesia pernah mencatat sebuah nama perampok paling keren yakni Kusni Kasdut. Ia dijuluki “Robin Hood”-nya Indonesia, karena dari hasil perampokannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin.

Ada sebuah media yang membuat cerita bersambung berjudul Kusni Kasdut, kisah tentang sepak terjangnya di dunia kejahatan. Bahkan God Bless pernah membuat lagu berlatar tentang perjalanan hidupnya berjudul Selamat Pagi Indonesia di album Cermin.

Kisah ikonik tentang perampokannya adalah ketika Kusni Kasdut membobol Museum Gajah tahun 1961 dan menjarah 11 berlian koleksi Museum Nasional.

Seperti adegan film, ia masuk naik jip dengan seragam polisi dan menyandera pengunjung dan menembak penjaga museum. Ia dan kelompoknya lari dalam waktu sekejap dengan hasil jarahannya.

Delapan kali dia berusaha melarikan diri dari penjara. Tiga di antaranya gagal. Terakhir dia dijebloskan di LP Kalisosok. Pada akhir-akhir hidupnya, dia berjumpa dengan Pastor Van Lersel SVD.

Perjumpaan ini mengubah seluruh hidupnya. Ia bertobat dan dibaptis. Nama beken Kusni Kasdut berganti menjadi Ignasius Waluya.

Lagu Selamat Pagi Indonesia itu menggambarkan kepergiannya. “Derap langkahnya yang begitu tenang. Melangkah menuju keabadian.”

Injil bercerita tentang pengenalan para murid kepada pribadi Yesus. mereka ditanya siapakah Yesus menurut kacamata para murid, bukan dari kata atau cerita orang.

Simon menjawab,”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”

Lalu Yesus berkata, “Berbahagialah engkau Simon…..Dan Aku berkata kepadamu: Engkaulah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku.”

Perjumpaan atau perkenalan dengan Yesus itu mengubah hidup orang. Simon menjadi Petrus. Seorang nelayan menjadi pemimpin jemaat.

Seorang penakut menjadi pemberani. Penjala ikan menjadi penjala manusia.

Seorang Kusni Kasdut menjadi Ignasius Waluya. Seorang penjahat bertobat menjadi orang baik. Lebih baik menjadi penjahat yang bertobat daripada jadi orang baik yang tidak pernah bertobat.

Apakah pengenalan akan Yesus mengubah hidup anda? Apakah nama baptis membuat perilaku anda menjadi baru?

Kalau belum berubah berarti anda belum sungguh mengenal Yesus. Tidak ada kata terlambat untuk berubah.

Senangnya berada di Bumi Pasundan.
Kotanya tertata rapi dengan indah.
Mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan.
Membuat hati kita terus berubah.

Cawas, mimpi gigi tanggal….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here