Salam Soja

0
125 views
Salam Soja dalam tradisi Imlek

Bacaan 1: 1Raj 8:22-23. 27-30

Injil: Mrk 7:1-13

Satu tradisi Tionghoa yang sering kita lihat saat Imlek adalah “Salam Soja”. Sebuah salam dengan mengepalkan kedua tangannya bersamaan dan kepalan ini diletakkan di depan dada, biasanya sambil membungkuk atau berlutut.

Kepalan jari tangan kanan dibungkus dengan telapak tangan kiri. Memiliki arti filosofi Tiongkok, kaum pria (tangan kiri) berperan untuk melindungi kaum wanita (tangan kanan).

Inti dari “Salam Soja” adalah penghormatan bagi orang lain, baik yang lebih muda, setara maupun yang lebih tua. Tradisi yang sangat baik untuk dilakukan.

Dalam pelaksanaan tradisi, kadang terjadi ketidaktulusan atau kepalsuan. Hal inilah yang ditentang oleh Tuhan Yesus. Orang-orang Farisi yang datang bersama-sama ahli Taurat mempermasalahkan tradisi Yahudi yang tidak ditaati para murid-Nya, yaitu tidak cuci tangan sebelum makan.

Sebetulnya bukan itu masalahnya, mereka hanya ingin menjebak Tuhan Yesus agar bisa dipersalahkan karena melanggar tradisi. Maka Ia menegur dengan keras sikap sok suci dan sok taat mereka tanpa melihat esensi kasih dalam sebuah aturan tradisi.

Dalam kesempatan lain, Yesus pernah menyampaikan bahwa bukan makanan yang masuk dari luar bisa mencemari hati. Kenajisan sesungguhnya terdapat di hati yang dikeluarkan melalui perkataan dan tindakan jahat.

Karena tradisi yang dicampuradukkan perintah agama pula, mereka mengabaikan kasih pada orang tua. Mereka merasa tidak perlu memperhatikan orangtuanya, jika sudah mempersembahkan kurban pada Allah.

“Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Perlu penyerahan diri secara total pada Allah seperti yang dilakukan Salomo dalam doanya di Bait Allah. Apa yang disabdakan-Nya telah tergenapi dalam diri Salomo:

  • Menjadi raja
  • Mendirikan Rumah Tuhan (Bait Allah)

Salomo menyadari bahwa sebagai manusia, ia sangatlah kecil dibandingkan Allah. Untuk itu ia memohon agar Bait Allah yang ia bangun bisa menjadi tempat dimana setiap umat berdialog dengan-Nya.

  • Tuhan terbuka dan mau mendengarkan siapa saja yang berdoa di Bait Allah
  • Tuhan memberi pengampunan bagi mereka yang berdoa di Bait Allah

Pesan hari ini

Tradisi merupakan aturan buatan manusia yang seharusnya didasarkan pada Firman-Nya untuk menghormati dan mengasihi orang lain, jadi bukan manusia untuk aturan.

“Budaya adalah pelebaran pikiran dan jiwa.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here