Sapaan Sayang

0
264 views
Ilustrasi: Uskup Agung KAJ Ignatius Kardinal Suharyo menyambut sapa Walkot Tangsel Ny. Airin Rachmi Diany. (Eko Wardiyanto)

Puncta 22.07.21
Pesta St. Maria Magdalena
Yohanes 20:1. 11-18

MBAH Genya, adik nenek saya yang bungsu, pernah tinggal bersama kami di Banyuaeng, waktu kami masih kecil. Mbah Genya pandai memasak dan menjahit.

Ia sering bikin roti untuk pesta-pesta hajatan. Walaupun sudah tua, tapi masih bisa menjahit.

Suatu kali dia kebingungan mencari kacamata. Ia mau menambal baju seragam saya yang robek. Ia mencari-cari kacamata ke semua ruangan.

Makin tidak menemukan, makin bingung dan ribut. Tempat-tempat di mana dia duduk dijelajahi, namun tidak diketemukan juga.

Semua orang diomeli.

Saya dicurigai yang menyembunyikan.

“Kamu sembunyikan d imana kacamata simbah? Bajumu tidak bisa dipakai, kalau masih sobek. Ayoo dicari dimana kacamatanya?” Mbah Genya sudah lelah dan bingung.

“Simbah sayang… Duduk dulu tenang, diingat-ingat di mana tadi diletakkan,” kataku menghibur.

Tiba-tiba dia memegang dadanya. Dia “grayah-grayah” ternyata kacamata tergantung di kancing bajunya.

Ia lupa menaruhnya di situ.

Orang yang pikirannya kacau, bingung, tergesa-gesa kadang lupa segalanya.

Hari masih gelap, Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus. Tetapi jenazah Yesus tidak ada di situ. Batu penutup sudah terbuka.

Maria bingung, sedih dan menangis. Ia merasa kehilangan orang yang sangat dikasihi. Dalam kesedihan dan kebingungan, ia tidak mengira Yesus ada di situ.

Ia mengira orang itu penunggu taman. Hati yang gelap tidak bisa melihat dengan jernih.

Maria Magdalena baru tersadar ketika sebuah suara menyebut namanya. Suara itu tidak lain adalah suara guru-Nya. Ia langsung mengenali dan menjawab, “Rabuni.”

Orang yang saling mengasihi punya sebutan khusus; “darling, dear, say, beib, mami, dady, papi…”

Dalam Kidung Agung, sang mempelai menyebut kekasihnya sebagai “jantung hatiku.”

Relasi Yesus dengan Maria Magdalena sangat istimewa. Ketika Yesus menyebut namanya, Maria langsung mengenali suara khas itu.

Sapaan sayang itu seperti sebuah password. Ketika password ditemukan, relasi itu terbuka dan “nyambung.”

Apakah anda punya relasi khusus dengan Tuhan?

Sapaan atau peristiwa apa yang menjadi password sehingga anda bisa mengenali Tuhan?

Pergi tamasya ke Rawa Pening.
Jalan mendaki ke Gunung Ungaran.
Menjaga hati tetap hening,
Agar peka pada sapaan Tuhan.

Cawas, menjaga hati…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here