Sendirian atau Bersama Tuhan?

0
18 views
Ilustrasi: Sendiri dan menyendiri. (Ist)

HIDUP ini umumnya diwarnai dengan dua pengalaman, yakni negatif dan positif. Orang cenderung menghindari atau menolak yang pertama, karena sering gelap, menakutkan, dan mengundang rasa khawatir.

Pengalaman para murid Yesus dalam injil hari ini (Yohanes 6:16-21) mencerminkan hal itu. Kisah itu terdiri dari dua bagian.

Pertama, ketika para murid tidak bersama Yesus. Suasananya serba negatif seperti hari mulai malam (Yohanes 6:16), gelap, Yesus belum datang (Yohanes 6:17), laut bergelora, dan angin mengamuk (Yohanes 6:18).

Lebih dari itu, mereka terpisah jauh dari Yesus. “Mereka mendayung dua tiga mil jauhnya” (Yohanes 6:19). Bayangkan, mendayung di tengah air yang bergelombang. Terombang-ambing, amat berat, dan melelahkan.

Ketika Yesus datang mendekat, mereka malah ketakutan (Yohanes 6:19). Dalam kegelapan dan keadaan lelah, orang bisa melihat secara tidak jelas. Yang baik pun bisa tampak menakutkan.

Kedua, saat para murid bersama Yesus. Suasananya berbeda. Mula-mula Yesus bersabda, “Aku ini, jangan takut!” (Yohanes 6:20). “Mereka menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika itu juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tuju” (Yohanes 6:21).

Tanpa Yesus, para murid harus mendayung dan menghadapi angin yang mengamuk dan laut yang bergelora. Lelah dan takut. Bersama Yesus, tiba-tiba mereka sampai ke tujuan.

Tanpa Yesus, hidup diwarnai rasa lelah dan takut. Perjalanan terasa amat berat. Bersama Yesus perjalanan lancar dan aman. Bukan berarti tanpa kesulitan, tetapi bersama Tuhan semua berbeda; lancar dan pasti teratasi. Tidak perlu takut dan khawatir.

Bagaimanakah perjalanan hidup kita selama ini? Sendirian atau bersama Tuhan?

Sabtu, 13 April 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here