Siapakah yang Kupilih?

0
278 views
Yesus membangkitkan Lazarus. (Ist)

BEBERAPA pekan yang lalu, saya merayakan ekaristi dalam rangka mengucap syukur atas ulang tahun keseratus seorang ibu. Suatu anugerah yang luar biasa.

Bukankah hidup manusia hanya tujuh puluh tahun atau delapan puluh tahun, jika kuat? (Mzm 90:10). Isinya kebanyakan adalah kesukaran dan penderitaan.

Memang hidup manusia itu amat singkat. Apakah yang dapat diandalkan dari manusia?

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan. Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanahangus di padang gurun, di negeri padang asinyang tidak berpenduduk.” (Yer 17:5-6).

Lukisan yang sangat tajam dan mendalam tentang betapa lemah dan terbatasnya manusia. Mereka yang mengandalkan kekuatan manusiawinya sendiri akan berakhir di dunia ini.

Bagaimana dengan orang yang mengandalkan Allah? 

“Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan. Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air,dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yer 17:7-8).

Tuhan digambarkan sebagai air (Yoh 4: 10).

Orang yang mengandalkan Tuhan terus menghasilkan buah. Juga pada waktu musim kering tidak khawatir; tetap menghasilkan buah.

Kisah orang kaya dan Lazarus (Luk 16:19-31) pararel dengan yang dikatakan Nabi Yeremia. Orang kaya itu mengandalkan segala kemewahan duniawinya.

Apakah yang diperolehnya? Waktu dia mati semua itu tidak dapat berbuat apa-apa bagi jiwanya. Dia terkutuk dalam api abadi (Luk 16: 23).

Sedangkan Lazarus yang miskin itu hanya mengandalkan belas kasihan dari orang lain dan Tuhan. Kematiannya mengantarkannya ke dalam pangkuan Abraham (Luk 16: 22). Dia menikmati hidup abadi.

Firman ini mengingatkan semua manusia tentang siapa yang mesti menjadi pegangan dalam hidupnya. Masing-masing pegangan membawa konsekuensi.

Yang mengandalkan dunia akan celaka. Yang mengandalkan Tuhan akan diselamatkan.

Siapakah yang aku pilih?

Kamis, 17 Maret 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here