Skandal Investasi Apartemen Mewah: Paus Paksa Kardinal Becciu Mundur dan Cabut Semua Haknya, Termasuk Ikut Konklaf

0
2,441 views
Kardinal Becciu yang dipaksa mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kongregasi Penyelenggaraan Kudus Vatikan. (Istimewa)

INI sesuatu yang tidak biasa. Bagi Vatikan dan Gereja Katolik Universal. Kali ini, Vatikan berani memaksa mundur seorang kardinal.

Juga membebaskan dia dari segala hak dan kewajibannya sebagai seorang kardinal. Salah satunya adalah hak boleh mengikuti konklaf, memilih Paus baru, dan bisa juga malah dipilih menjadi Paus.

Penentu ya dan tidaknya jadi Santo

Kali ini yang kena semprit keras oleh Vatikan adalah Kardinal Giovanni Angelo Becciu (72). Ia bukan orang sembarangan di jajaran Tahta Suci.

Selama ini, Kardinal berdarah Itali ini lebih berkarir sebagai diplomat. Lalu kemudian oleh Paus Fransiskus sendiri dipromosikan ke pos strategis. Mendapat jabatan dan posisi lebih penting dalam pemerintahan Tahta Suci.

Kardinal Becciu diangkat menjadi Kepala Kongregasi Penggelaran Kudus.

Inilah lembaga Vatikan yang mengurusi protokol dan administrasi untuk menyatakan apakah seseorang itu bisa dianggap layak disebut “Orang Kudus” dengan predikat Santo atau Santa. Atau menurut kategori yang lebih rendah lagi yakni sebagai Beato atau Beata.

Vatikan tidak gamblang

Situs Vatikan sendiri seperti www.vaticannews.va hanya menyebut berita ini dengan info sangat pendek. Juga terkesan sangat “terbatas”. Paus Fransiskus, tulis situs resmi Vatikan ini, telah menyetujui pengunduran diri Kardinal Becciu.

Kantor Divisi Media dan Pers Vatikan sendiri juga hanya mengeluarkan pernyataan “ala kadarnya”.

Bahwa mulai hari Kamis tanggal 25 September 2020 waktu Roma, Tahta Suci telah menyetujui pengunduran diri Yang Mulia Kardinal Becciu dari jabatannya sebagai Kepala Kongregasi Penggelaran Kudus. Juga telah membebaskan beliau dari semua haknya sebagai seorang kardinal.

Tidak ada alasan penting atau apa yang menjadi latar belakang berita heboh yang hanya diketahui oleh segelintir orang ini telah disampaikan kepada publik. Selain oleh media Italia dan media Barat lainnya yang tidak berafiliasi dengan Vatikan.

Kardinal Becciu waktu dilantik menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus tahun 2018. (La Repubblica)

Kasus korupsi?

Namun sejumlah media Barat non Vatikan memberi sedikit analisis mengapa “insiden yang sangat tidak biasa” ini bisa terjadi menimpa seorang kardinal. Disebut antara lain penyebabnya adalah pelanggaran serius atas penyalahgunaan dana Gereja untuk kepentingan “pribadi”.

Di sini tidak berarti bahwa Kardinal itu menggangsir duit Gereja untuk kepentingan diri sendiri. Bukan. Namun, duit illegal itu telah “dipinjamkan” kepada saudaranya untuk kepentingan bisnis dan investasi.

Untuk apa?

Sumber di London, sebagaimana ditulis BBC, mengatakan, duit Gereja itu telah dipakai untuk projek pembelian sebuah apartemen mewah di Ibukota Inggris. Apartemen mahal itu berada di sebuah kawasan mewah milik orang-orang tajir. Berlokasi di Sloane Avenue.

Yang membelinya adalah saudara kandung sang kardinal.

Tidak bersalah

Becciu menjadi Kardinal sejak tahun 2018 lalu. Yang mengangkatnya adalah Paus Fransiskus sendiri. Dan kini yang juga mendepaknya dari jabatan bergengsi itu adalah paus yang sama.

Meski ramai ditulis penyalahgunaan wewenang dan jabatannya untuk sebuah praktik “korupsi” sebagai pemicu pemecatannya, namun hingga berita ini dirilis Kardinal Becciu bergeming merasa tidak bersalah.

“Saya tidak bersalah,” katanya.

Namun, penyelidikan internal Vatikan mengatakan, telah terjadi “property deal” di London untuk projek pembelian sebuah apartemen mewah. Dan itu terjadi, ketika Kardinal Becciu menduduki pos “basah” di bagian General Affairs (sostituto) –semacam Kepala Staf– di Kantor Sekretariat Vatikan (baca: Kemenlu Tahta Suci).

“Tuduhan (korupsi) itu merupakan pukulan bagi saya, keluarga, dan seluruh umat Katolik. Saya telah melakoni diri hidup penuh ketaatan dan darma bakti kepada Gereja dan Bapa Suci,” sanggah Kardinal Becciu sebagaimana dikutip oleh media berbahasa Italia edisi terbit hari Jumat pagi waktu Roma.

Konon, kata media berbahasa Itali ini, apartemen mewah itu seharga kurang lebih 155 juta poundsterling atau senilai 200 juta dolar Amerika.

Ditelisik sejak lama

Sebenarnya “drama korupsi” ini sendiri bukan hal baru di Vatikan.

Tahun 2019 lalu, misalnya, lima orang staf Kardinal telah dibebastugaskan. Tak lama setelah tim investigasi internal Vatikan melakukan sidak ke kantornya. Polisi Italia juga membantu proses sidak ini. Bahkan juga sampai hati harus langsung menyita sejumlah dokumen dan komputer mereka untuk kemudian diselidiki.

Ujung-ujungnya, seorang pebisnis Itali bernama Gianluigi Torzi lalu ditangkap polisi. Atas dakwaan telah gangsir duit Vatikan dan melakukan tindak pemerasan.

Bahkan di awal tahun 2020 ini pun, Kardinal Becciu juga sudah mengklaim dirinya tak bersalah dalam proses investasi dalam wujud pembelian apartemen mewah.

Kardinal Becciu. (Arsip Vatican News)

“Itu murni investasi dengan membeli sebuah properti berupa apartemen. Bagus dan sangat prospektif (menguntungkan) sehingga banyak pihak kagum sama gerak kita,” begitu kilahnya di bulan Februari 2020 lalu.

Ia juga membantah bahwa modal investasi untuk dana pembelian apartemen mewah itu diambil dari dana yang dikumpulkan untuk program kemanusiaan bagi kaum papa.

Menurut laporan media Barat non afiliasi Vatikan, kasus dicopotnya Kardinal Becciu dari posisi strategisnya itu tidak hanya terkait dengan projek investasi apartemen di London.

Saat dia dipanggil Paus Fransiskus beberapa waktu sebelumnya, begitu kata kardinal ini kepada sejumlah media, dia memang telah diinterogasi oleh Bapa Suci. Tentang kiprahnya memberikan uang dan dana milik Gereja kepada saudara kandungnya agar bisa “dimainkan” dalam bentuk investasi.

Saudara kandung itu bernama Toni Becciu, orang Sardinia.

Kepada Paus, sang kardinal berkilah bahwa semua dana yang telah diinvestasikan melalui jasa Toni Becciu ini sangat bisa “dipertanggungjawabkan”. Alias akuntabel. Baik prosedur maupun hal-hal lainnya.

Bahkan, kata sang kardinal, sebagian dana itu juga telah dimanfaatkan untuk projek renovasi bangunan milik Tahta Suci di Kuba.

Paus tidak hepi

Tampaknya Paus Fransiskus tidak hepi dengan semua keterangan dan alasan sang kardinal. Hingga kemudian datanglah keputusan mengejutkan ini.

Sang kardinal harus meninggalkan jabatannya dan kehilangan semua haknya sebagai kardinal. Termasuk hak ikut dalam konklaf untuk memilih paus baru dan peluangnya bisa terpilih menjadi paus.

Majalah Mingguan L’Espresso yang berafiliasi dengan harian La Repubblica telah menerbitkan artikel dengan rilis bahwa investasi itu telah menelan ongkos sekurang-kurangnya senilai US$725 juta.

Kisah Becciu yang kehilangan haknya ikut konklaf ini seperti mengikuti nasib Kardinal Keith O’Brien dari Skotlandia.

Ia dipaksa mundur tahun 2013 karena skandal seks dan selanjutnya juga tidak boleh ikut konklaf. Lima tahun kemudian, Kardinal O’Brien meninggal dunia. Hal sama juga menimpa Kardinal Theodore McCarrick yang dipaksa mundur tahun 2018 karena kasus perundungan seks dengan korban anak-anak.

Jabatan terakhirnya adalah Uskup Keuskupan Agung Washington DC. Ia tidak hanya “dicopot” dari jabatannya sebagai Uskup dan dibebaskan dari “gelarnya” sebagai kardinal. Tapi juga diminta mengundurkan diri dari fungsi imamatnya.

PS: Diolah dari beberapa sumber di antaranya Vatican News, BBC International, L’Epresso, La Repubblica.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here