Percikan Api Sepanjang Tahun: Surat Kematian 2012

0
3,586 views

galau berlariTINGGAL beberapa jam lagi saya melepas tahun 2012 dengan perasaan campur aduk. Ya syukur, tapi sekaligus juga galau.  Sepanjang tahun 2012 ada banyak hal terjadi: keberhasilan, kegagalan, kebahagiaan, kesusahan, tawa dan airmata.

Saya ingat ucapan seorang teman saya, “Memang kegembiraan datangnya satu paket dengan kesedihan”.  Namun menurut saya, isi paket 2012 ini sungguh komplit, bukan sekedar suka dan duka saja.

Kalau saya renungkan, di baliknya terdapat sebuah proses panjang dari sebuah cita-cita, ada pertemuan kasih dengan sahabat-sahabat lama, ada kisah perjuangan keras dalam menegakkan sebuah idealisme,  sekaligus juga tempat saya belajar memperbaiki sisi buruk dan pengembangan kualitas hidup saya.

Gagal terus

Saya ingat, saya pernah tanpa henti selalu  mengeluh kepada Tuhan di pertengahan tahun 2012: hidup saya kok isinya gagal terus, sedih terus, nangis terus dan kerja keras terus, lalu kapan saya bahagianya,Tuhan?

Waktu itu jelas tidak terdengar jawaban Tuhan secara langsung. Entahlah, mungkin Tuhan sedang tersenyum melihat kegalauan saya atau mungkin Tuhan sengaja mendiamkan sampai saya nanti sadar sendiri. Atau mungkin Tuhan sedang iba kepada saya sehingga Tuhan tidak menjawab apa-apa.

Karena saya yakin kalau pun Tuhan menjawab, saya mungkin bisa shocked mendengar jawabanNya yang kira-kira berbunyi seperti ini: “Apa yang ditabur manusia, itulah yang dituai”.

Nah lho…,itu kan berarti semua adalah salah saya! Maka saya pura-pura tidak mendengar. Takut hati saya makin nelangsa.

lampauDaftar keberuntungan

Sebagai gantinya saya mulai memikirkan banyak keberuntungan mulai dari yang kecil sekali, kecil, besar dan besar sekali. Waktu itu saya spontan menuliskan daftar keberuntungan hidup saya satu per satu di secarik kertas.

Keberuntungan karena rumah saya tidak kebocoran di kala hujan, juga karena saya masih bisa sarapan pagi bersama teman kantor , masih bisa menikmati novel favorit saya, selalu pas punya uang kalau mau membeli sesuatu (pas-pasan, maksudnya), bisa tertawa lepas di tengah penatnya pekerjaan, masih bisa bermimpi dan bercita-cita tinggi, masih ini…masih itu…Ternyata luar biasa berkat Tuhan itu.

Saya yang merasa serba kekurangan ini ternyata dinaungi oleh  pelbagai macam berkat kehidupan.

Apabila dibandingkan dengan semua kegagalan dan complaint saya kepada Tuhan, kesusahan saya tidak ada apa-apanya. Lebih banyak berkat daripada sedihnya. Saya belum habis-habisan. Belum sampai berjuang di titik batas hidup dan mati.

Saya belum sampai seperti nasib seorang  penjelajah Antartika di tahun 1912, Douglas Mawson yang kala itu tersesat dan meregang nyawa di bentangan dataran es nan dingin Kutub Selatan. Dalam ekspedisi nekat berbulan-bulan itu, kabarnya ia kehilangan arah, kelaparan berat, kedinginan, luka parah dan beberapa kali terjerembab di cerukan es yang berbahaya. Hanya semangat hidupnya yang bisa membuat Mawson tetap bertahan meski kondisi tidak memungkinkan.

Dua rekannya meninggal tetapi ia selamat sampai garis finish. Saya lihat diri saya belum sampai seperti itu,. Masih ringan toh yang saya alami, masih wajar dan normal sebagai manusia. Mengapa saya banyak mengeluh dan selalu galau dengan hidup saya ini?

Jadi, tadi saya buka laci tempat saya menyimpan catatan saya dan saya temukan sebuah surat kematian yang saya tanda tangani. Lho? Apakah saya berniat bunuh diri? Bukan. Ini surat kematian saya dari semua sifat buruk dan kelemahan saya. Seiring berlalunya tahun 2012, saya ingin menguburkan semua hal negatif yang masih menghambat saya.

Saya yang suka mengeluh, suka menunda, malas, jutek, suka mencari-cari kesalahan orang, tidak jujur, cari keuntungan diri sendiri, egois, suka menuntut,  tidak peduli dengan orang lain, dendam, iri dan lain-lain. Semua ingin saya lepaskan.

Di situ tertulis:

Telah mati, orang lama yang bernama Veronica Endang

Pada hari: Senin, 31 Desember 2012

Seluruh sifat-sifat buruknya telah ditiadakan.

Orang tersebut dimakamkan di sebuah tempat yang sunyi.”

Saya tercekat. Ada selembar surat kelahiran baru di baliknya: 

“Telah lahir kembali, orang baru yang bernama Veronica Endang

Pada hari: Selasa, 1 Januari 2013

Seluruh sifat-sifat baiknya telah dilahirkan.

Orang tersebut dilahirkan di sebuah tempat baru yang indah.”

Saya sungguh terharu membacanya, seketika sirna rasa galau saya berganti dengan syukur. 

Terimakasih Tuhan untuk masa depan saya, saya masih bisa dilahirkan kembali, masih punya semangat dan masih punya banyak kesempatan untuk menjadi yang terbaik dalam hidup saya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here