Taman Bacaan Rohani (TBR) Komisi Kateketik Keuskupan Purwokerto

0
613 views
Ilustrasi (Courtesy of Lux Veritas)

INI kopian surel  No.16214 di milis  serayu-net  tertanggal 1 Agustus 2005. Demikian bunyi lengkapnya.

Komisi Kateketik Keuskupan Purwokerto, Aug 1, 2005

Pembaca serayunet yang budiman,

Tanggal 30-31 Juli 2005 di Rumah Pastoral Hening Griya, Komkat KP bekerjasama dengan Percetakan Kanisius Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan Pengelolaan Taman Bacaan Rohani (TBR).

Taman Bacaan Rohani ini merupakan ide Percetakan Kanisius yang ditawarkan kepada Bapak Uskup Purwokerto.

Dengan senang hati Bapak Uskup menerima tawaran tersebut. Sedangkan untuk pengelolaan dan menggulirkannya diserahkan kepada Komkat yang di-mandegani oleh Rm. Y. Suratman, Pr sebagai sesepuhnya Komkat.

TBR ini didanai oleh penyandang dana dari luar negeri untuk semua paroki dan stasi yang sudah memiliki pastor di wilayah Keuskupan Purwokerto. Kemudian projek ini ditawarkan kepada Pastor Paroki wilayah Keuskupan Purwokerto dan beliau-beliau menyetujui tawaran tersebut.

Maka TBR ini akan berada di semua Paroki wilayah Keuskupan Purwokerto dan Stasi.

Baca juga:  Pentingnya Taman Bacaan Rohani untuk Bina Iman Anak dan Remaja

Tujuan Taman Bacaan Rohani Paroki:

  • Terciptanya budaya baca buku rohani, kebiasaan memanfaatkan buku rohani sehingga Jemaat mendapatkan sumber iman yang memadai sebagai jemaat beriman.
  • Pemuka Jemaat mengembangkan karyanya dengan banyak referensi buku-buku rohani. Misalnya, para pengurus Dewan Paroki berkarya dengan ide yang baru, para pengkotbah, guru agama dan pendamping Sekolah Minggu mengajar selalu up to date, dsb.
  • Seluruh kegiatan pastoral gereja/paroki mengobtimalkan peran buku rohani dalam karya-karya pelayanannya.

Taman Bacaan Rohani ke Jemaat

  • Banyak Jemaat tidak dengan sendirinya menyadari pentingnya buku rohani bagi bina imannya. Kesadaran mereka masih perlu ditumbuhkan, dimotivasi, dan digerakkan. Oleh karena itu, TBR paroki tidak bisa mengharapkan Jemaat akan langsung berkunjung dan memanfaatkan buku-buku rohani ke TBR. Mereka tidak akan berkunjung ke TBR, melainkan buku-buku TBR yang harus berkunjung ke umat, ke lingkungan, ke keluarga, ke rumah, ke jemaat dst.
  • Petugas TBR adalah orang-orang yang kreatif untuk mencari jalan agar buku-buku rohani sampai dan dimanfaatkan jemaat. Bila perlu, diadakan gerakan kunjungan ke jemaat sambil menawarkan buku rohani agar umat mau membacanya.

Jemaat perlu dilatih

  • Ada banyak jemaat yang sudah terbiasa membaca buku-buku umum dan menyadari pentingnya buku rohani. Namun belum berarti mereka itu terbiasa membaca buku rohani. Untuk membiasakan jemaat mengembangkan imannya lewat membaca buku rohani masih perlu dilatih.
  • Petugas TBR Paroki bertanggungjawab menciptakan gerakkan-gerakkan, kegiatan-kegiatan yang berkaitan latihan membaca buku rohani bagi jemaat. misalnya, bedah buku, lomba menulis resensi, lomba membaca buku rohani, retret dengan sebuah buku dst.

Oleh karena itu untuk mewujudkan dan menggulirkan TBR para pengelola diberi pelatihan-pelatihan. Dalam acara pelatihan itu didahului dengan sebuah pemikiran yang disampaikan oleh Rm. Suratman dengan makalahnya berjudul “Taman Bacaan Rohani dalam Pastoral Pewartaan”, dengan pokok-pokok: Tempat Pastoral Pewartaan di dalam Gereja Paroki, Tujuan dan Arah Katekese, Tantangan untuk hidup beriman di jaman modern ini, Mencari terobosan baru berkatekese.


Visi TBR

Visi TBR adalah “Katekese Plus”. Dengan TBR ini, karya pewartaan iman Paroki menjadi lebih menarik, hidup dan tidak ketinggalan jaman.
Misi
Menyelenggrakan TBR yang semakin:

  • Meningkatkan kemampuan katekis sukarelawan/wati dalam berkatekese.
  • Mengembangkan pemahaman dan penghayatan iman umat.
  • Mengembangkan kelompok-kelompok kategorial: Kelompok bedah buku, alkitab, PIA, Prodiakon dll.
  • Meningkatkan budaya membaca buku-buku rohani dalam diri umat.

Strategi (cara)
Buku-buku rohani itu menuju kepada umat beriman dan bukan umat yang bersusah payah mencari buku-buku itu. Tetapi juga bukan begitu saja buku-buku itu dibagi-bagikan kepada umat.
Utusan Paroki yang hadir untuk mengikuti pelatihan:
1. Paroki Purwosari : 3 orang
2. Paroki Purworejo : 2 orang
3. Paroki Kutoarjo : 4 orang
4. Paroki Kebumen : 4 orang
5. Paroki Gombong : 3 orang
6. Paroki Karanganyar : 2 orang
7. Paroki Cilacap : 3 orang
8. Paroki Sidareja : 3 orang
9. Paroki Katedral : 1 orang
10. Paroki St. Yosep Pwt. Timur : 3 orang
11. Paroki Banyumas : 3 orang
12. Paroki Purbalingga : 3 orang
13. Paroki Banjarnegara : 3 orang
14. Paroki Batang : 3 orang
15. Paroki Pekalongan : 3 orang
16. Paroki Pemalang : 3 orang
17. Paroki Tegal : 3 orang
18. Paroki Brebes : 3 orang
19. Paroki Slawi : 3 orang
20. Paroki Wonosobo Timur : 2 orang
21. Paroki Wonosobo : 2 orang
22. Stasi Kroya : 3 orang
23. Stasi Kajen : 2 orang
24. Stasi Mejasem : 2 orang
25. Stasi Majenang : –
26. Stasi Kawunganten : –

Semua peserta mengikuti acara pelatihan dengan tekun dan bersemangat. Dalam pelatihan peserta diajak untuk membuat program 3 bulan ke depan. Dan sekembalinya dari pertemuan peserta utusan akan melaporkan hasil pertemuan itu kepada Romo Paroki, Dewan Paroki, menyiapkan administrasi, menambah tim dst. Pelatihan yang sudah didapat segera ditindaklanjuti sehingga segera terwujud impiannya.


FB Jemidi — Komkat Keuskupan Purwokerto

Jl. Gereja 3,  Purwokerto 53115

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here