Yang Terbatas di Mata Tuhan

0
30 views
OMK dari enam paroki di Keuskupan Agung Medan yang dilayani OFMKonv merayakan peringatan 800 tahun St. Antonius Padua menjadi Fransiskan dan 85 tahun OFMConv berkarya di Indonesia. (Dok. OFMConv)

BACAAN hari ini (Kisah Rasul 5:14-42 dan Yohanes 6:1-15) seperti punya pesan yang mirip. Keduanya berbicara tentang karya Tuhan di antara yang terbatas.

Yang pertama tentang para murid yang menghadapi Mahkamah Agama Yahudi. Yang kedua berbicara tentang Yesus menggandakan roti.

Para rasul yang giat mewartakan Yesus yang bangkit itu bukan dari kalangan terpelajar (Kisah Rasul 4:13). Tetapi mereka berani menghadapi orang Farisi, ahli Kitab, dan pemimpin agama Yahudi.

Kekuatan mereka bukan dari manusia, melainkan dari Allah. Menghentikan mereka adalah langkah yang sia-sia.

“Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap; tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah” (Kisah Rasul 5:38-39).

Demikian pula Yesus. Dia menunjukkan kekuatan Tuhan yang menggandakan lima roti dan dua ikan (Yohanes 6:1-15). Bagi Andreas jumlah itu sama sekali tidak ada artinya (Yohanes 6:8). Namun, tidak demikian bagi Yesus.

Dia mengambil lima roti dan dua ikan itu, mengucap syukur, dan membagi-bagikannya kepada mereka (Yohanes 6:11). Mereka semua kenyang (Yohanes 6:12). Lebih dari itu, masih ada sisa sebanyak dua belas bakul penuh (Yohanes 6:13).

Bacaan hari ini memberikan dua pesan penting. Pertama, Tuhan dapat menggunakan yang terbatas dan lemah untuk melakukan karya besar. Kedua, tiada orang yang dapat menghentikan karya Tuhan.

Yang Gamaliel katakan benar. Hingga kini gereja masih bertahan dan terus berkembang. Di tempat-tempat yang orang Kristennya minoritas dan ditindas gereja justru menampakkan kekuatan Tuhan yang tidak terbatas.

Apakah kita sering merasa kecil dan lemah menghadapi tantangan iman kita pada zaman ini? Selama berpegang pada Tuhan, tidak ada yang dapat menghentikan kita.

Jumat, 12 April 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here