Budhé Suster

0
539 views
Ilustrasi by injikacom

Pengantar Redaksi

Ini adalah ungkapan hati seorang remaja yang merasa kecewa ketika Budhé-nya akhirnya melepas jubah biarawatinya dan keluar dari biara untuk menjadi awam. Nama asli penulis ungkapan hati dalam bentuk puisi ini dengan sengaja tidak kami rilis.

———————
YANG terbaik telah kau persembahkan kepada Tuhan
Ingin menjadi mempelai-Nya
Duduk diam di bawah kaki-Nya
Mendengarkan sabda kebenaran-Nya
Kau abdikan hidup untuk sesama
Tanpa mengenal waktu dan tempat

Banyak manusia kecil lemah terkulai yang tak tahu apa arti hidup
kau bantu mengenal dunia dan Sang Pencipta
Agar ia tegar dan sadar bahwa ia makhluk yang berharga
kau antarkan ia-mereka menikmati rumput hijau
agar ia tumbuh sehat jiwa raganya
agar kelak dapat memuji dan memuliakan Sang Pencipta

Kau jauhkan dirimu dari hiruk pikuk dunia
kau tenggelamkan diri dengan pengabdianmu
tak kau pedulikan dunia ramai yang kadang berujar kebencian
kau tetap setia di lereng gunung tempatmu mengabdi selama ini

Kau taati pimpinan yang berwibawa dan bijaksana
walau kadang tak sampai pada lubuk hati pesannya
aturan hidup bersama kau genggam di tangan kananmu
namun garam tak lagi menyedapkan makanan
cuka tak lagi menyegarkan sayuran
ragi tak lagi mengembangkan adonan
agar engkau tetap bertahan

Budhé  Suster
kami tahu memang jalan untuk tetap setia itu
terjal
berbatu-batu
panas dan kering
tetapi juga licin
sehingga Budhé  tergelincir

Maafkan kami Budhé
klo kami tidak pernah mendoakan Budhé
agar tetap setia pada janji yang Budhé  telah ikrarkan
Kami bangga, bangga dan bangga mempunyai Budhé  Suster

hanya itu sekali lagi hanya itu, bangga bangga bangga
Tapi kami tak pernah mendoakan Budhé Suster yang sedang berjuang untuk menjaga diri agar tetap setia

Budhé Suster
kini éyangtri menangis dari lubuk hati yang terdalam
ia pendam kegetiran hatinya
ia tumpahkan segala kecamuk dalam hati hanya kepada Allah Bapa  dan Bunda Maria
tempatnya bertaut selama ini
éyang  sendiri dan sendiri, menepuk dada sendiri
karena éyangkung sudah lama berjumpa dengan Bapa di Surga
éyangtri  ingat kembali akan tekat Budhé  yang “memohon” izin
éyangtri dan éyangkung dengan bangga dan bahagia melepas Budhé  sebagai bagian dari persembahan keluarga
Budhé  Budhé eeeee …………

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here