Eksegese Hidup Orang Pedalaman: Iman yang Membumi

0
142 views

Mat 7:21-24-27

Seorang guru rohani berkata, “orang beriman itu, tidak sekedar bisa “sunyi” (suara yang berbunyi). Level tertinggi dari seorang beriman adalah bisa “sunmbi” (suara yang membumi)”.

Ungkapan bijak dari guru rohani ini, memiliki makna yang selaras dengan yang diserukan oleh Tuhan Yesus namun dibahasakan dengan kata-kata yang berbeda.

Dia berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di surga”.

Dan dalam bahasa Rasul Yakobus menyebutnya, “Iman tanpa perbuatan adalah iman yang tong kosong nyaring bunyi”(bdk. Yak 2:20).

Oleh karena itu, iman yang membumi tidak bisa kita peroleh melalui retorika kosong. Sejatinya, Iman itu sangat akrab dengan tindakan “menghamili” konteks dan hal-hal konkrit sehingga bisa membuahi kasih.

Ruang gerak dan kerjanya sampai pada level perubahan yang menghasilkan buah yang baik. Dan iman seperti inilah yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus.

Bila kita menoleh kebelakang dan mengingat para misionaris Gereja dari Eropa yang datang bermisi ke Indonesia, mereka datang dengan bekal iman yang membumi.

Warisan yang mereka kembangkan di sini, tersebut mempunyai akar yang kuat dari kitab suci, di mana Tuhan Yesus sendiri meminta supaya para pengikut-Nya untuk menghidupi imannya dengan perbuatan baik atau karya Iman.

Dan di tempat kita, peninggalan iman misionaris ini, mendapatkan hasil baik. Kehadiran para donatur Gereja yang turut menjadi mitra misi Gereja di sini, merupakan buah respon langsung dari warisan para misionaris awal Gereja. Dan dalam hal ini, kita patut bersyukur atas keterlibatan mereka.

Menurut Rasul Paulus, “Orang yang hidup dari iman yang aktif, akan memperoleh berkat yang sama bersama Abraham yang disebut orang beriman itu.”(Bdk. Gal 3:9).

Namun, Rasul Yakobus memberi petuah guna mengingatkan kita, “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka atau pilih kasih” (Yak 2:1).

Renungan: Apakah imanku sudah membumi atau masih mengawang?

Tuhan memberkati.

Apau Kayan, 5.12.2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here