Iman yang Hidup Berbuah Banyak

0
89 views
Ilustrasi: Beriman (Ist)

ADA ungkapan yang berbunyi, “Ketika kita dapat mengetahui perbedaan antara kontainer dan isi, maka kita akan mampu mempertahankan isi, meskipun kontainernya telah dihancurkan.

Suatu hari seorang wartawan bertanya kepada Ajahn Brahm, seorang kepala Biksu di Australia. Ia bertanya, “Ajahn Brahm, apa yang akan Anda lakukan, kalau ada orang merobek lembaran Tripitaka dan membuangnya ke toilet?”

Ajahn Bram menjawab, “Saya akan panggil tukang untuk membersihkan toilet dan mengangkat kitab suci itu.”

Wartawan itu bertanya lagi, “Mengapa Anda panggil tukang? Tujuannya untuk apa?”

Ajahn Bram menjawab, “Supaya toilet tidak mampet. Seseorang mungkin bisa meledakkan banyak patung Buddha, membakar vihara atau membunuh Bhiksu dan Bhiksuni. Mereka mungkin menghancurkan semuanya, tetapi saya tidak akan pernah membiarkan mereka menghancurkan ajaran Buddha.”

Wartawan itu berdecak kagum atas jawaban Ajahn Bram. Lantas ia berkata, “Jadi yang penting adalah ajarannya?”

Ajahn Bram berkata, “Kalian bisa saja membuang Kitab Suci ke dalam toilet, tetapi saya tidak akan membiarkan kalian membuang pengampunan, kedamaian, dan belas kasih ke dalam toilet.”

Dalam praktik hidup

Setiap agama mengajarkan kebaikan dan saling menghormati sebagai manusia. Kita semua diciptakan oleh Tuhan yang satu dan sama.

Namun oleh berbagai latar belakang kehidupan, kita seolah-olah menjadi terpisah. Karena itu, yang dibutuhkan dalam hidup adalah semangat menerima satu sama lain.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa ajaran agama mesti dihayati dalam hidup sehari-hari.

Seorang bijaksana mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Seseorang yang beriman kepada Tuhan mesti menunjukkannya dalam hidup sehari-hari.

Ketika ia belum berani memberikan pengampunan kepada orang-orang yang melakukan kesalahan kepadanya, ia belum menjadi orang beriman yang baik. Ia mesti banyak belajar untuk memiliki iman yang teguh.

Karena itu, mari kita belajar mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Tetap semangat, sahabat-sahabat. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here