Korupsi untuk Judi dan Senang-senang, Dua Suster Biarawati di LA Nilep Milyaran Rupiah

0
601 views
Ilustrasi: Korupsi. (Ist)

TIDAK ada praktik korupsi di lembaga Gereja Katolik? Tentu juga sudah banyak kali terjadi. Hanya saja, belum banyak kasus korupsi yang melibatkan kaum berjubah itu lalu mengemuka ke permukaan sebagai kasus hukum.

Apalagi, kasus melawan hukum itu lalu diproses menurut hukum publik (baca: hukum pidana) dan bukannya lalu “diselesaikan secara baik-baik” di antara mereka yang terlibat.

Sejumlah media internasional edisi terbit Selasa tanggal 11 Desember 2018 melaporkan telah terjadi kasus korupsi yang melibatkan dua suster biarawati di Keuskupan Agung Los Angeles, Amerika Serikat.

Mestinya, sesuai nafas semangat nasihat Injili, hal seperti itu tidak boleh terjadi. Itu karena para suster biarawati telah terikat janji akan setia mempraktikkan hidup “miskin” sesuai semangat Kaul Kemiskinan.

Tilep dana 500 ribu dolar AS

Keuskupan Agung Los Angeles sebagaimana dirilis oleh CNA dan The Guardian hari ini (11/12/18) merilis berita, praktik korupsi yang melibatkan pelaku kaum religius berjubah itu sudah berlangsung kurang lebih selama 10 tahun.

Korupsi itu terjadi dengan modus mengambil dana sekolah yang secara legal milik yayasan keuskupan.

Laporan CNA menyebut Sr. Mary Margaret Kreuper CSJ dan Sr. Lana Chang CSJ sebagai pihak tersangka praktik korupsi di St. James Catholic School di Torrance. Mereka dituduh telah menggelapkan dana tak kurang senilai 500 ribu dolar AS (kurang lebih 7,3 milyar rupiah) milik yayasan sekolah kepunyaan Keuskupan Agung LA.

Sr. Mary adalah Kepsek St. James Catholic School dan Sr. Lana adalah guru di sekolah yang sama. Tahun ini, keduanya memasuki usia pensiun. 

Untuk judi dan senang-senang

Yang lebih mengejutkan lagi, kedua suster dari Kongregasi CSJ itu telah menilep dana tersebut untuk keperluan yang tidak tanggung-tanggung ‘memalukan’, yakni untuk berjudi, jalan-jalan dan kebutuhan pribadi.

Sejak kasus itu mengemuka, sejumlah orangtua murid  berhasil melacak ‘perilaku tidak biasa’ Sr. Krueper. Ia diam-diam sering pergi ke Las Vegas untuk bermain judi, demikian laporan The Beach Reporter sebagaimana dikutip CNA.

“Dengan sembunyi-sembunyi, mereka sering ngeluyur pergi ke Las Vegas dan menyimpan dana itu di rekening pribadi,” ungkap Marge Graf, pengacara Keuskupan Agung Los Angeles, kepada The Beach Reporter.

Awalnya, pihak Keuskupan Agung LA tidak berniat menjadikan kasus ini sebagai kehebohan, selain hanya mau “mengingatkan” mereka untuk tidak lagi bermain-main dengan dana ilegal untuk keperluan pribadi.

Apalagi Kim Westerman, juru bicara Sisters of St. Joseph of Carondelet, juga telah menyampaikan informasi bahwa sesuai dengan Hukum Kanonik (Hukum Gereja), kedua suster tersangka korupsi itu telah “disidang” secara internal dan kasusnya akan diproses sesuai Hukum Kanonik yang berlaku.

 

Setelah pensiun

 

Kasus korupsi yang melibatkan dua suster senior CSJ ini mengemuka, setelah keduanya resmi memasuki masa pensiun  dari karya pendidikan di St. James Catholic School.

 

Ketika mereka lengser dari jabatan strategisnya di sekolah katolik tersebut, barulah kasus praktik nilep  uang yayasan pendidikan itu mulai  njedhul ke permukaan. Belum lagi, kata Westerman sebagaimana dikutip CNA, sejauh ini juga tidak ada “catatan hitam” dari biara atas perilaku menyimpang  yang melibatkan kedua biarawati itu.

Kasus itu mulai tersingkap setelah Romo Michael Meyer selaku Pastor Paroki St. James menerbitkan memo internal pada tanggal 28 November 2018 lalu. Isinya menjadikan semua orang terbelalak hatinya, karena di situ disebutkan telah terjadi praktik korupsi di lembaga pendidikan St. James Catholic School.

Korupsi itu kebukak, setelah dilakukan audit. Praktik nilep duit itu tidak pernah kesingkap lantaran kedua suster itu telah dengan sengaja mengalokasikan uang ‘curian’ itu sebagai “dana kontingensi” bilamana ada kebutuhan mendesak.

Itulah sebabnya, kata Pastor Meyers, pihak auditor dan staf lainnya juga tidak ngeh ketika dana itu ternyata telah disalahgunakan untuk keperluan pribadi.

 

Disidang secara internal

Atas kasus legal yang membebat dua suster anggotanya,Kongregasi Suster CSJ telah berkomitmen akan mengganti seluruh kerugian finansial yang terjadi di lembaga pendidikan katolik tersebut.

Sementara, kedua suster itu akan diproses sesuai ‘hukum internal’ yang berlaku di Kongregasi CSJ.

Pastor Meyers juga tidak berniat membawa kasus itu ke ranah hukum sipil, namun akan menyelesaikan “baik-baik” secara internal.

Kepada orangtua murid St. James Catholic School, Pastor Meyers meyakinkan bahwa semua anggaran untuk program pendidikan tidak “terkena dampak” oleh praktik korupsi tersebut.

“Semua akan baik-baik saja,” ungkapnya “menghibur” para orangtua murid sebagaimana ditulis CNA.

Ia menambahkan, kedua suster biarawati itu telah minta maaf atas kelakukannya dan menyesali perbuatannya melawan semangat kejujuran dan Kaul Kemiskinan.

 

Bukan yang pertama kali

 

Sisters of St. Joseph of Cardondelet itu sendiri sudah lama menjadi “bagian” dari Keuskupan Agung LA dan merupakan lembaga mandiri sebagai “Provinsi CSJ” di LA.

Kasus korupsi di lembaga pendidikan Katolik di LA itu bukan hal yang pertama terjadi.

Di tahun 2015, pengadilan lokal telah mengganjar hukuman penjara selama 180 hari kepada Lori Barr, mantan Kepsek St. Paul School di Santa Fe Springs, California, setelah ia terbukti ngutil dana senilai 64 ribu dollar AS.

Uang sebanyak 64 ribu dollar AS milik sekolah itu telah digangsir dan dibelanjakan untuk keperluan pribadi antara lain membeli pakaian dalam koleksi Victoria’s Secret dan tiket perjalanan.

Namun sebelum menjalani sidang pengadilan, Lori sudah membayar kembali uang yang pernah dia tilep itu dan kemudian mengembalikannya kepada yayasan sekolah.

Sumber: CNA, The Guardian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here