Laporan dari Ambon: PESPARANI 2018, Persaudaraan Sejati dari Maluku untuk Indonesia (1)

0
339 views
Ditemani Menteri Agama dan Ketua LP3KN, Menteri Jonan bersama Ketua KWI. Gubernur Provinsi Maluku. dan Ketua Pelaksana PESPARANI 2018 menuju panggung utama guna memukul tifa tanda dibukanya Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (PESPARANI) 2018 yang pertama di Ambon, Maluku. (Kristiana Rinawati/Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang)

SUKSES  telah menghelat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-24 dan kemudian Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) ke-11, Provinsi Maluku kembali mantap menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik pertama di Kota Ambon.

Gempita seremonial nyanyian dan musik orkestras, tarian kolosal, serta defile dari 34 provinsi di seluruh Indonesia, memeriahkan PESPARANI I yang dibuka secara resmi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Republik Indonesia Ignatius Jonan.

Ia datang ke Ambon untuk membuka PESPARANI 2018 mewakili Presiden Joko Widodo. Di antara 12.000 orang yang hadir ada pula Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin dan jajaran pemerintah Provinsi Maluku.

PESPARANI 2018 di Ambon. Ki-ka: Gubernur Provinsi Maluku, Ketua KWI, Ketua Panitia, Menteri Agama, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan nyonya.

Dua hal penting

Menteri Jonan menyampaikan dua pesan dari presiden kepada sekitar 12.000 orang yang hadir di Lapangan Merdeka Kota Ambon, malam itu.

  • Pertama, masyarakat Indonesia mesti sadar bahwa kebhinnekaan adalah kekayaan terbesar bangsa Indonesia, yang telah terbentuk sejak zaman para Bapak Pendiri Bangsa.
  • “Pesan kedua, kita perlu menjaga dan melestarikan kebinekaan ini dengan persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Persatuan, kerukunan, dan persaudaraan yang harus kita pertahankan, akan membawa Indonesia menjadi negara yang sangat besar dan sangat dihormati di dunia,” kata Jonan.

Filosofi lokal

Falsafah masyarakat Provinsi Maluku bahwa, ‘hidup orang basudara adalah hikmat tertinggi masyarakat’, kiranya memberi inspirasi. Apalagi, demikian menurut Zeth Sahubarua selalu Ketua umum panitia PESPARANI, Maluku adalah laboratorium perdamaian.

Pengibaran Bendera LP3KN.
Menteri Jonan memukul tifa tanda resmi membuka PESPARANI 2018 di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Cara beragama orang Maluku, menurutnya, adalah panggilan persaudaraan sejati untuk Indonesia. Hal ini pas dengan tema yang diusung yakni, Membangun Persaudaraan Sejati dari Maluku untuk Indonesia.

“Bagi kami, event ini adalah kampanye dan promosi perdamaian Indonesia dan dunia yang terwujud dalam solidaritas umat beragama,” kata Said Asagaff, Gubernur Provinsi Maluku.

Terselenggaranya PESPARANI I, demikian kata Uskup Keuskupan Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, merupakan wujud persaudaraan dan cinta kasih.

Satu Huruf “N”, Pembeda Gelaran Festival Lagu Rohani Katolik dan Lainnya (4)

“Dengan PESPARANi I ini, ‘setan’ kalah. ‘Setan’ minta pensiun. Karena yang menang ialah persaudaraan dan cinta kasih. Yang kita angkat dalam PESPARANI ini bukan perang, tapi kasih,” tegasnya yang disambut tepuk tangan.

Penyerahan Piala Bergilir Pesparani 2018 dari Gubernur Provinsi Maluku Said Assagaff kepada Ketua LP3KN Adrianus Meliala

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Ignatius Suharyo berharap agar PESPARANI menjadi peristiwa iman yang sekaligus membangkitkan sikap nasionalisme. “Semoga PESPARANI I ini menjadi peristiwa yang mendorong kita semua untuk semakin mengasihi Tuhan dan mencintai Tanahair. Semoga kita semua dapat mewujudkan cinta kita kepada Tuhan dan Tanahair dengan membangun dan merawat persaudaraan yang sejati,” harapnya.

Ref:  Ambon, comincia nel segno dell’unità il primo festival di musica cattolica.

Pemukulan tifa (alat musik tradisional Maluku) oleh Menteri Jonan menandai dibukanya rangkaian acara PESPARANI I.

Pesta Gereja Katolik Indonesia ini mempertandingkan 12 mata lomba dengan variasi kategori berdasarkan usia, yakni paduan suara, menyanyikan Mazmur, bertutur Kitab Suci dan cerdas cermat rohani.

Defile kontingen Provinsi Sumatera Selatan peserta PESPARANI 2018 di Ambon.

Selain lomba, diadakan juga seminar nasional yang mengangkat tema “Dengan Menyanyi Kami Merawat Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Ada juga Maluku Ekspo 2018, yang dimulai sejak Jumat, (26/8). Ekspo yang dilangsungkan di Lapangan Upacara Polda ini melibatkan berbagai sektor usaha Provinsi Maluku dan provinsi lain di Indonesia.

Kredit foto: Kristiana Rinawati/Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here