Mencintai Pekerjaan, Membahagiakan Sesama

0
78 views
Ilustrasi: Alm. Bruder Florianus Sugiarto FC yang puluhan tahun bekerja di balik layar di bengkel elektronika membantu alat bantu dengar untuk para penderita tuna rungu di Lembaga Pendidikan Anak Tuna Rungu (LPATR) Don Bosco Wonosobo, Jawa Tengah. (Ist)

SEORANG bijaksana berkata, “Anda tidak pernah mencapai kesuksesan sesungguhnya sampai menyukai apa yang sedang Anda kerjakan.”

Komposer George Frideric Handel sedang mengalami kebangkrutan, ketika pada tahun 1741 sebuah Kelompok Amal Dublin menawarinya imbalan untuk mengubah semua karya musikal. Karya tersebut ditampilkan untuk penggalangan dana guna membebaskan orang-orang dari penjaranya para penagih hutang.

Handel menerima tawaran tersebut dan dengan tidak kenal lelah ia mengerjakan karyanya. Hanya dalam waktu 24 hari, Handel berhasil menyusun komposisi mahakarya yang terkenal berjudul Mesiah.

Selama masa penyusunan karyanya, Handel tidak pernah keluar rumah, bahkan ia sering lupa makan.

Punya visi

Setiap orang dapat mencapai kekayaan dalam hal apa saja, asalkan ia sangat menyukai pekerjaan yang dilakukannya Tentu saja hal ini tidak mudah, karena orang yang tidak profesional dalam pekerjaannya akan mudah bosan. Orang seperti ini akan mudah berpindah-pindah pekerjaan.

Akibatnya, ia akan mengalami kesulitan dalam meraih impiannya.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk melakukan pekerjaan kita dengan sungguh-sungguh. Untuk itu, dibutuhkan suatu visi hidup yang mampu memberi semangat bagi kita dalam bekerja. K

omposer George Frideric Handel memiliki visi hidup untuk menyelamatkan orang-orang dari penjara. Visi itu memberi semangat kepadanya untuk mengerjakan musiknya dengan indah dan fokus.

Ketika orang mencintai profesi atau pekerjaannya, orang akan mengalami sukacita dan damai dalam hidupnya.

Mengapa? Karena orang merasa aman dan nyaman dalam mengerjakan hal-hal yang berguna bagi diri dan sesamanya.

Apa yang dikerjakannya bukan hanya demi kepentingannya sendiri. Namun apa yang dikerjakannya demi kebahagiaan banyak orang.

Mari kita terus-menerus mengokohkan profesionalisme dalam diri kita. Dengan demikian, hidup kita menjadi suatu kesempatan untuk membahagiakan diri dan orang lain. Tetap semangat, sahabat-sahabat.

Tuhan memberkati.

Frans de Sales SCJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here