Pelita Hati: 14.01.2019 – Segera Mengikuti-Nya

0
666 views

Bacaan Markus 1:14-20

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Sahabat pelita hati,

SIMON, Andeas, Yakobus dan Yohanes adalah empat sekawan yang merupakan sulung alias  murid-murid pertama yang dipanggil Tuhan untuk mengikuti-Nya. Yang menarik dan istimewa adalah mereka segera meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan. Mereka adalah nelayan-nelayan sederhana.  Mungkin karena kesederhaan mereka itulah yang membuat mereka tidak berpikir panjang dan banyak bertanya serta langsung mengikuti Tuhan. Mereka tak lagi memikirkan pekerjaan dan tentu saja kebutuhan hidupnya demi mengikuti tawaran dan panggilan Tuhan.

Sahabat terkasih,

Mengapa Tuhan memanggil orang-orang sederhana ini menjadi murid-murid-Nya? Injil tak pernah memberi jawaban pasti dan tetap menjadi misteri. Hanya Tuhan yang tahu. Namun yang pasti adalah mereka para pekerja keras dan rela mengurbankan kepentingan diri demi mengikut Tuhan. Dan inilah syarat pokok bagi orang yang ingin menanggapi panggilan Tuhan, yakni siap berkorban dan mengabaikan kepentingan diri demi pekerjaan Tuhan. Tambahan lagi, murid-murid ini bukanlah orang cerdik pandai tetapi orang sederhana tetapi memiliki komitmen tinggi dalam menanggapi panggilan-Nya. Sikap seperti inilah yang dicari dan dikehendakiTuhan. Tak banyak bicara dan bertanya tetapi sigap, siap sedia serta percaya pada penyelenggaraan-Nya. Dengan menerima baptis kita pun -tanpa kecuali- diikut sertakan untuk mewartakan karya kebaikan Tuhan melalui kesaksian hidup kita sehari-hari. Semoga kita pun mampu mengemban tugas sebagai murid-murid-Nya dengan tekun dan setia. Tuhan tak menuntut kita berprestasi tinggi dengan sejumlah karya. Yang Tuhan minta dari kita adalah siap sedia dan setia menjadi murid-murid-Nya hingga pada akhirnya.

Duduk santai di pinggir jalan,
jalan setapak di sisi taman.
Inilah murid andalan Tuhan,
tekun dan setia dalam beriman.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here