Pelita Hati: 26.02.2020 – Mengoyakkan Hati bukan Pakaian

0
617 views

Bacaan Yoel 2:12-18; Matius 6:1-6.16-18

Sahabat pelita hati,

TIDAK terasa hari ini kita memasuki hari Rabu Abu sebagai pembuka masa prapaskah yaitu masa pantang dan puasa, masa untuk olah rohani dan masa tobat. Selama empat puluh (40) hari kita akan mengolah hati dan rohani melalui aneka kegiatan, seperti puasa, pantang, doa Jalan Salib, katekese/pendalaman iman, mengumpulkan derma dan menerima sakramen tobat. Semua itu kita jalani demi mempersiapkan dan menyongsong Paskah Tuhan, saat Allah menunjukkan kasih-Nya yang tak terbatas dengan sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya.  Sebagai penanda pertobatan, dalam ibadah Rabu Abu dahi kita diolesi abu. Inilah saatnya kita menyadari dan mengakui bahwa kita adalah makhluk lemah yang tak berdaya dan tak berguna di hadapan Tuhan. 

Sahabat terkasih,

Setidaknya dua (2) pesan keutamaan yang dapat kita renungkan dari pelita sabda hari ini, yaitu: 

  1. Bertobat berarti mengoyakkan hati bukan pakaian seperti yang tersurat salam kitab nabi Yoel: “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu,” (Yoel 2:13a). Pertobatan sejati adalah mengubah sikap hati, dari hati yang suka mencela menjadi hati yang suka membela, dari yang membenci menjadi mencintai, dari congkat hati menjadi rendah hati.
  2. Di masa prapaskah ini sikap tobat kita juga diwujudkan dalam derma APP (Aksi Puasa Pembangunan) sebagai wujud nyata dari pantang puasa. Namun Tuhan mengajak agar kebaikan yang kita lakukan bukan untuk dipertontonkan  atau dipamerkan kepada orang lain. Hendaknya kita melakukannya dengan ketulusan hati bahkan harus dengan tangan tersembunyi. “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.”(Mat.6:3) Singkatnya, kebaikan yang kita lakukan bukan untuk mengejar pujian sebagaimana dilakukan oleh orang-orang Farisi yang haus penghormatan dan hidup penuh kepura-puraan. Mari kita koyakkan hati kita dengan tobat yang nyata.

Kain batik berwarna merah,
batik Solo padi seikat.
Kita memasuki masa prapaskah,
saat berpantang, berpuasa dan bertobat.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,
Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here