Puncta 10.10.18. Lukas 11:1-4. Pater Noster

0
161 views
Ilustrasi: berdoa. (ist)

INJIL Lukas menceritakan Yesus yang mengajari para murid doa pusaka. Doa Bapa Kami adalah doa sederhana. Namun menunjukkan relasi yang akrab mesra karena kita boleh menyebut Allah sebagai Bapa.

Tidak ada relasi yang begitu dekat selain relasi antara anak dan bapanya. Tentu saja sebutan Bapa tidak mengesampingkan dan tetap mengandung sifat belas kasih dan keibuan karena Allah sering kita sebut maha rahim. Yang utama adalah kedekatan relasi itu digambarkan dalam doa Bapa Kami.

Doa ini juga menggambarkan relasi vertikal dan horisontal (Salib). Dimuliakanlah NamaMu segi vertikal. Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami, segi horisontal yakni relasi dengan sesama. Keduanya saling berhubungan.

Kalau relasi dengan sesama baik, maka relasi kita dengan Tuhan juga baik.

Kata-kata Mother Theresa bisa menggambarkan hal ini, “Bagaimana kita bisa mencintai Tuhan yang tidak kelihatan, kalau kita tidak bisa mencintai manusia yang kelihatan di sekitar kita ?”

Doa Bapa Kami lebih spesifik menyebut tentang pengampunan. Kalau kita mengampuni sesama kita, Tuhan juga akan mengampuni kita. Di situlah pola salib (vertikal-horisontal), Tuhan dan sesama saling berhubungan. Berdoa bukan soal hapalan, tetapi penghayatan. Tidak ada artinya kita hapal tetapi tidak menghayati isi doanya.

Yesus telah mewariskan doa yang bagus, singkat, padat, sederhana. Jangan cuma diketahui, dihapal di mulut tetapi lebih dari itu dihayati, diwujudkan dalam praktek hidup sehari-hari. Sifat hidup kita dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita berada.

Lingkungan kita adalah komunitas yang berbelarasa maka kita tertular sifat belarasa. Lingkungan yang rukun, pembawa damai, saling menghargai, maka sifat pribadinya terbentuk seperti itu.

Sebaliknya kalau lingkungannya suka menjelekan orang, membenci yang berbeda, memfitnah, berbohong, maka pribadi kita akan dibentuk oleh lingkungan yang seperti itu. Maka supaya kita dibentuk oleh sifat-sifat Allah, kita harus sering bergaul dengan Allah yakni lewat doa, relasi pribadi dengan Allah yang kita sebut Bapa. Marilah kita hayati sungguh-sungguh doa yang diajarkan Yesus pada kita.

Bunyi kecapi bertalu-talu. Orang menari bergandengan tangan. Jangan kita bimbang dan ragu. Ayo berdoa kepada Tuhan. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here