Puncta 20.09.18. PW ST. Andreas Kim Taegon, Luk 7:36-50: Minyak Narwastu Mahal

0
507 views
Ilustrasi Yesus dan perempuan Samaria. (Ist)

SEORANG perempuan  datang kepada Yesus sambil menangis dan bersimpuh di kaki-Nya dan meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi. Minyak itu sangat mahal harganya. Satu botol kecil harganya 300 dinar. Itu berarti gaji karyawan untuk 300 hari, hampir sekitar 18 juta rupiah.

Minyak wangi itu adalah minyak narwastu yang diimpor dari Pegunungan Himalaya ke Mesir lalu dibawa pedagang ke Israel. Minyak narwastu biasanya dipakai di kalangan istana, bangsawan. Minyak ini diberikan seorang ayah kepada anak gadisnya sebagai suatu warisan keluarga dan kelak akan dipakai saat si gadis menikah, khususnya di malam pengantin, di mana gadis itu menggunakan minyak wangi itu untuk laki-laki yang menjadi suaminya. Maka minyak itu menjadi simbol perkawinan, cinta, gairah suami istri.

Tindakan perempuan ini jelas mengagetkan orang Farisi yang menganggap perempuan itu sudah keterlaluan meminyaki laki-laki yang bukan muhrimnya. Namun tidak demikian bagi wanita itu.

Ia memberi yang paling berharga untuk seorang yang paling berarti dalam hidupnya yaitu Yesus. Maka Yesus sangat mengapresiasi tindakan wanita itu. Bahkan Yesus mengumpamakan dengan seorang yang berutang banyak dan dibebaskan, pastilah dia akan sangat berterimakasih karena utangnya dihapuskan.

Dosanya yang banyak telah diampuni karena ia telah banyak berbuat kasih. Orang yang sedikit diampuni karena ia sedikit berbuat kasih. Wanita itu bertobat karena berjumpa dengan Yesus. Ia mengurbankan hartanya yang berharga untuk orang yang dikasihinya yakni Kristus.

Beranikah kita berkurban demi Kristus untuk sesama kita yang menderita, miskin dan tersingkir? Naik ojek ke pangkalan. Dilanjut dengan taksi. Kalau kita mau berkorban. Dosa kita diampuni. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here