Puncta 22.05.19 Yoh 15:1-8: Pokok Anggur dan Kita Rantingnya

0
359 views

PADA suatu kali Pak Tono, ketua umat di Selupuk datang ke pastoran. Ia minta izin untuk memanen buah jengkol di kebun pastoran.

Saya berpesan supaya cara memetik buah jengkol tidak dipangkas pohonnya tetapi dipetik satu per satu dengan arit. Selain itu saya juga minta supaya ranting-ranting kecil dibersihkan supaya tahun depan masih bisa berbuah.

Ia bisa memanen buah jengkol sampai 5 karung dalam satu pohon. Sebuah hasil yang luar biasa karena waktu itu 1 kg jengkol dihargai Rp. 17,000.

Pak Tono berkata kepada saya, “Benar kata romo. Dengan membersihkan ranting-ranting pohon, buahnya makin banyak dan hasilnya makin berlimpah. Tuhan memberi rezeki lewat pohon jengkol di pasturan ini”.

Saya menimpali, “Kalian memanen jengkol dengan menebang pohonnya, bagaimana tahun depan bisa panen lebih banyak kalau pohon itu ditebang habis? Jangan hanya cari mudahnya, tetapi berusahalah memeliharanya.”

Hari ini Yesus menyebut, “Akulah pokok anggur yang asli dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongnya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkannya supaya berbuah lebih banyak”

Kita diajak untuk tinggal di dalam Yesus sebagai pokok anggur. Kita ini adalah ranting-rantingnya. Kalau kita tinggal di dalamNya, maka kita akan berbuah banyak.

Dengan menempel di dalam diri Yesus, kita mendapat kehidupan. Jika kita terlepas dan meninggalkan Yesus, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan akan mati dan dibakar habis menjadi debu saja.

Ketika kita mencintai dan memelihara pohon yang kita tanam, dia akan memberi hasil yang banyak. Tetapi kalau kita tak pernah menyiraminya, menyianginya, menjaganya, maka pohon itu lama-lama akan mati kekeringan.

Begitu pun iman kita. Jika kita tak memelihara dan mengembangkannya, maka lama-lama iman itu pun akan mati kering. Marilah kita tetap bersatu dengan pokok anggur yang asli yaitu Yesus sendiri.

Berteduh di bawah pohon munggur
Sambil menikmati segarnya udara
Yesus adalah Pokok Anggur
Kita semua adalah ranting-rantingNya

Berkah Dalem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here