Puncta 27.01.20: Kuah Bakso dari Tuyul Gundul

0
443 views
Ilustrasi: Enaknya makan bakso. (Ist)

Markus 3:22-30

SERING terdengar kalau ada orang berhasil dalam usahanya, entah dia laris buka toko atau tenar jadi selebritis, lalu muncul orang-orang yang iri hati.

Orang yang iri ini kemudian menyebarkan cerita bahwa kesuksesan warung makan itu karena memelihara tuyul, kuntilanak atau jin.

Dia tenar jadi artis karena pakai susuk dan jampi-jampi. Cerita-cerita seram disebarkan kepada orang lain agar menjatuhkan usaha orang itu. Ada yang berkisah warung bakso itu laris karena mangkoknya dikencingi tuyul gundul.

Atau cerita lain, warung soto itu laris karena ada genderuwo bermata merah menjaga di depan pintu.

Pokoknya ada saja yang iri melihat kesuksesan usaha orang lain. Mereka tidak berusaha meniru atau membuat terobosan untuk meningkatkan kualitas usahanya tetapi malah nyinyir menjatuhkan orang lain.

Dalam bacaan Injil hari ini, para ahli-ahli Taurat dari Yerusalem melihat keberhasilan Yesus dalam mengajarkan sabda Allah. Yesus adalah guru yang baik.

Banyak murid datang kepadaNya, ingin mendengarkan ajaranNya. Banyak tanda-tanda dibuat Yesus yang menunjukkan kuasa Allah ada padaNya.

Orang-orang berbondong-bondong datang kepadaNya. Mereka berasal dari mana-mana ingin mendengarkan Yesus dan mohon disembuhkan dari berbagai penyakit.

Hal ini tentu saja menimbulkan kegelisahan bagi para ahli Taurat dan guru-guru orang Yahudi. Murid-murid mereka berpindah kepada Yesus. mereka tidak lagi dipercaya atau diikuti oleh orang banyak. Banyak orang lebih percaya kepada Yesus.

Karena mereka tidak mampu menandingi Yesus, maka mereka iri hati kepada Yesus. Tidak kuasa menandingi popularitas Yesus, maka mereka membuat cerita-cerita “miring” agar Yesus jatuh.

Mereka mengatakan bahwa Yesus menggunakan kuasa penghulu setan. Yesus kerasukan Beelzebul.

Berita hoax itu dicounter atau dipatahkan Yesus dengan penjelasan logis realistis. Bagaimana bisa mengusir setan kalau memakai penghulu setan? Kalau setan berperang melawan setan, bagaimana kerajaan mereka akan kuat? Kalau anggota keluarga malah saling bertengkar, bagaimana keluarga itu akan tetap utuh?

Kita bisa belajar dari bacaan hari ini, kalau ada orang sukses atau berhasil, tirulah dia. Belajarlah bagaimana dia bisa mencapai keberhasilan itu. Jangan iri hati karena sikap ini mudah sekali melahirkan pikiran dan tindakan negatif selanjutnya.

Menunggu datangnya angpao
Di awal tahun baru tikus
Hati tak perlu kacau balau
Karena di hati selalu ada Yesus

Cawas, selalu ingat tendangan pojok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here