St. Fransiskus Assisi, Tokoh Reformasi Gereja Warisi Spiritualitas Persaudaraan Sejati (1)

0
485 views
Perayaan Ekaristi merayakan pesta St. Fransiskus Assisi di Kapel Tirta Ria Pontianak bersama Uskup Agung KAP, Vikjen KAP, Minister Provinsial Kapusin Pontianak. (Komsos KAP)

DUNIA telah mengalami krisis keadilan, perdamaian, dan  makin rusaknya alam lingkungan hidup secara global saat ini. Ketika hubungan kasih persaudaraan antarsesama telah terkontaminasi oleh kebencian, iri hati, keegoisan dan individualisme, maka St. Fransiskus menjadi sosok yang perlu diingat.

Ia bukan hanya sekedar seorang humanis dan pencinta lingkungan hidup, namun juga punya peranan penting yang sedemikian besar bagi keadilan, perdamaian, persaudaraan dan keutuhan ciptaan. Ia menjadi pancaran rahasia hubungannya dengan Allah, asal segala ciptaan, termasuk manusia.

Tokoh reformasi Gereja

St. Fransiskus  diakui sebagai tokoh yang dengan kesahajaan dan kedinaan mereformasi Gereja ‘dari dalam’. Ia adalah seorang reformator. Meskipun ia hidup di zaman  delapan abad silam, namun Si Miskin dari Assisi di Italia  ini tetap menjadi mata air inspirasi yang tak habis-habisnya.

Keteladanan dan spiritualitas orang kudus pendiri Ordo Fransiskan ini dirayakan oleh para pengikutnya di seluruh dunia setiap tanggal 4 Oktober.

Teladan banyak orang

Perayaan syukur mengenang kembali teladan dan spiritualitas Bapa Serafik ini  juga terjadi di Pontianak.

Sejumlah Ordo dan Kongregasi yang tergabung dalam Komunitas Keluarga Fransiskan-Fransiskanes Pontianak (KEFRAP) pada tanggal 4 Oktober 2018 yang lalu merayakan pesta St. Fransiskus Assisi bersama.

Agenda tahunan para Fransiskan-Fransiskanes Pontianak ini berlangsung dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Agustinus Agus Pr, Vikjen KAP Pastor William Chang OFMCap, Minister Provinsial Kapusin Pontianak Pastor Hermanus Mayong OFMCap.

Hadir pula di altar dua saudara Ordo Dominikan yakni, Pastor Edmund Nantes OP dan Pastor  Andreas Kurniawan OP beserta Diakon Tjhen Pr dan Diakon Plasida OFMCap.

Sinergi Dominikan-Fransiskan

Sesuai dengan tradisi yang terjadi di Eropa dan beberapa tempat lainnya, manakala Ordo Dominikan merayakan pesta,  maka yang membawakan homili adalah imam Fransiskan, begitu juga sebaliknya. Maka dalam kesempatan kali ini, Romo Andreas Kurniawan OP dari Ordo Dominikan dipercayakan untuk membawakan homili pada pesta St. Fransiskus Assisi di Kapel Rumah Retret Tirta Ria.

Di hadapan para Fransiskan-Fransiskanes, imam Dominikan ini berkisah bagaiman sejarah hubungan persahabatan yang sungguh erat antara St. Fransiskus Assisi dan St. Dominikus.

Menurut Romo Andreas yang kini menjadi Ekonom Keuskupan Agung Pontianak ini,  hubungan persahabatan antara St. Fransiskus dan St. Dominikus diumpamakan seperti hubungan saudara kembar.

Layaknya kembar bersaudara dalam sebuah keluarga, mereka memiliki keunikan masing-masing. Berbeda tetapi punya satu kesatuan, punya kemiripan.

Salah satu kisah yang mirip antara St. Fransiskus dan St. Dominikus adalah saat menjelang ajal. Seperti halnya St. Fransiskus, ketika menjelang ajalnya dikelilingi oleh para saudaranya, begitu juga dengan St. Dominikus.

Ekonom KAP Romo Andreas Kurniawan OP membawakan homili pada pesta St. Fransiskus Assisi di Kapel Rumah Retret Tirta Ria.

Dikisahkan pula dalam lagenda bahwa St. Dominikus menerima penglihatan seorang pengemis yang seperti St. Dominikus, akan membuat hal-hal besar demi iman.

Maka Dominikus bertemu dengan pengemis itu pada hari berikutnya.  Ia memeluknya dan berkata, “Engkau adalah teman seperjalananku dan engkau harus berjalan bersama denganku. Bila kita tetap bersama, maka tidak ada kekuasaan duniawi ini yang mampu menghalangi kita.”

Pengemis itu adalah St. Fransiskus dari Assisi.

“Betapa indahnya persahabatan antara St. Fransiskus dan St. Dominikus, di mana saat kembar bersaudara tinggal dalam satu kesatuan. Begitu eratnya ikatan emosional antara dua orang kudus ini sehingga para seniman mengabadikannya dalam berbagai kisah yang mirip. Juga dalam gambar-gambar, ikon-ikon dan simbol-simbol,” ungkap Romo Andreas Kurniawan OP, alumnus Kolese (SMA) Gonzaga-Seminari Menengah KAJ Wacana Bhakti di Pejaten, Jaksel.

Hubungan persahabatan

Romo Ekonom KAP ini juga mengatakan bahwa hubungan persaudaraan yang dirajut dalam sebuah persahabatan kedua Santo ini kiranya menjadi permenungan bagi para pengikutnya untuk tetap melanjutkan tugas perutusan yang tanpa batas, keberpihakan kepada orang-orang kecil dan lemah.

“Betapa hebatnya para pendahulu kita yang memberikan warisan dan teladannya kepada kita untuk terus merawat ikatan persaudaraan sejati dengan keunikan masing-masing namun punya kesamaan dalam satu kesatuan sebagai Fransiskan dan Dominikan,” ungkapnya.

Persahabatan sejati adalah warisan-St. Fransiskus dan St. Dominikus sampai-kini masih dipelihara olehpara-pengikutnya.

Minister Provinsial Ordo Fransiskan Kapusin Provinsi Pontianak Pastor Hermanus Mayong OFMCap dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa sebagai Fransiskan dan Dominikan satu hal yang sangat perlu menjadi keutamaan dalam hidup yakni, persaudaraan.

Pastor Mayong OFMCap  mengatakan bahwa fraternitas merupakan identitas dan keutamaan yang mampu menerobos segala batasan, sekat-sekat struktur-struktur membeda-bedakan status, kelas, suku, budaya, dan agama yang dijadikan alat oleh suatu mentalitas individualisme zaman kini.

Album Pesta St. Fransiskus Assisi bersama Komunitas Fransiskan-Fransiskanes Pontianak (2)

“Ketika banyak orang zaman modern ini mengagungkan kekuasaan, kekayaan dan kebebasan, maka para Fransiskan dan Dominikan tampil memberikan kesejukan, pengharapan dan kasih yang terpancar dalam persaudaraan sejati,”ungkapnya.

Mgr. Agustinus Agus Pr dalam sambutannya juga mengatakan bahwa para Fransiskan patut berbangga karena memiliki seorang tokoh yang luar biasa seperti St. Fransiskus Assisi.

Uskup berharap agar para Fransiskan-Fransiskanes sungguh-sungguh meneladani semangat St. Fransiskus Assisi.

“Jika kita semua pengikutnya bisa seperti itu maka kita bisa mengubah dunia. Mari kita promosikan keteladan dan cara hidup St. Fransiskus melalui kesaksian nyata hidup kita masing-masing,” ungkap Mgr. Agus Pr.

Setelah berkat penutup seluruh keluarga besar Fransiskan-Fransiskanes dan tamu undangan diajak oleh panitia untuk bersama-sama menikmati santap malam dan hiburan yang dibawakan oleh setiap Kongregasi. (Berlanjut)

Kredit foto: Aldi dan Afra (Komsos KAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here