Temu Kolese Yesuit 2018 di Kolese Kanisius Jakarta

0
275 views
7 Kolese di Kolese Kanisius

PADA tanggal 10-13 Oktober 2018 akan dilaksanakan Temu Kolese (Tekol). Temu Kolese tahun ini tetap mempertahankan perpaduan antara kompetisi dan kolaborasi.

Setelah 30 tahun, baru kali ini Temu Kolese diadakan lagi di luar Seminari Mertoyudan, yakni Kolese Kanisius, Menteng –  Jakarta yang berada di jantung pemerintahan Republik Indonesia.

Tema Tekol tahun ini berangkat dari ide keberagaman: “Embracing Diversity: Kita tidak Sama, Kita Kerjasama”.

Berikut ini adalah dasar yang menunjang tema tersebut:

Kelanjutan pendalaman atas tiga arah programatik Provindo, yang sampai sekarang masih sangat relevan untuk digali dan diinternalisasi dalam pendidikan Kolese.

Selain itu, dalam Kongregasi Jenderal 36 Dekrit 1, n.28, disebutkan bahwa “Pentingnya mengusahakan kebaikan umum, dipanggil untuk berkontribusi dari tradisi religius-spiritualnya menuju pembangunan kedamaian, di wilayah lokal maupun global untuk mengatasi sumber kekerasan (fundamentalisme, intoleransi, konflik etnis religius politik) yang dimotivasi dan dibenarkan oleh distorsi dan pemahaman keliru tentang keyakinan-keyakinan religius.”

Maka, sebagai bagian dari gerak Serikat Yesus, Kolese ikut ambil bagian untuk mendalami bersama tema ini.

Isu tentang keberagaman, yang juga menjadi keprihatinan bangsa kita, harus pula menjadi keprihatinan bagi siswa/i Kolese Jesuit. Maka, melalui Tekol ini, apalagi bertempat di Jakarta (Kolese Kanisius), tema keberagaman menjadi sesuatu yang menarik untuk didalami dan didiskusikan.

Kolese Kanisius, Tuan Rumah untuk Temu 8 Kolese Jesuit

Sebagai cara belajar/pedagogi dalam rangkaian acara, tema akan dijabarkan menjadi 3 sub-tema, dengan menggunakan metode 3 daya jiwa (akal budi, rasa dan kehendak):

  • Pertama, dunia yang Terbelah. Pada sub-tema ini (hari kedua) dengan daya akal budi, semua peserta Tekol diajak untuk menemukan, melihat, membaca, dan berdiskusi atas berbagai peristiwa entah di Indonesia maupun di belahan dunia lain terkait dengan isu radikalisme dan intoleransi.
  • Kedua, dialog keberagaman. Pada sub-tema ini (hari ketiga), dengan daya rasa, peserta diajak untuk memahami apa arti menjadi berbeda dan memaknai apa itu keberagaman.
  • Ketiga, kita adalah saudara. Pada sub-tema ini (hari keempat), dengan daya kehendak, peserta diajak untuk sampai pada kehendak untuk mengusahakan hidup yang mengutamakan penghargaan dan toleransi. Tidak hanya mengenal dan tahu, tapi mau bekerjasama satu sama lain, meskipun berbeda latar belakang agama, suku, dsb.

Tutupan Temu Kolese 2015 di Seminari Mertoyudan

GusDurian

Untuk menunjang semua pengalaman di atas, Tekol kali ini akan melibatkan Jaringan GusDurian, guna meng-animasi bentuk-bentuk dialog dan pemberian masukan.

Koordinator umum Tekol 2018 adalah Romo Suharyadi (Pamong Loyola) ditemani oleh Romo Agam (Pamong Mikael) sebagai wakilnya, dan dibantu oleh para Pamong, guru dan siswa-i kolese-kolese.

Mohon doa dan dukungan dari nostri sekalin agar Tekol dapat berjalan dengan baik.

Bagi Nostri yang sedang berada di Jakarta dipersilakan untuk mampir di acara Temu Kolese.

  • Upacara Pembuka: Rabu, 10 Oktober 2018; Pk. 09.00.
  • Malam Kesenian: Jumat, 12 Oktober 2018; Pk. 19.00.
  • Ekaristi Penutup : Sabtu, 13 Oktober 2018; Pk. 11.00

Salam,

Sekretariat TEKOL 2018

Fr. Daryanto & Fr. Danang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here