Ajakan Pulang Bagi Murtad

0
113 views
Panggilan pulang bagi para murtad.
  • Bacaan 1: Yer 3:14-17
  • Injil: Mat 13:18-23

Ada orang yang terlahir Katolik karena memang orang tuanya Katolik. Namun, dalam keluarga tersebut tidak diikuti dengan didikan iman yang benar. Orang tua mungkin kurang dalam memahami iman Kristiani sehingga tidak bisa memberikan dasar yang kuat.

Ketika anak dibaptis saat bayi, keluarga merasakan sukacita bahkan makan-makan. Namun karena akar imannya tidak kuat maka anak dibiarkan tumbuh tanpa arah. Bahkan sering saya dengar orang tua Katolik mengatakan:

“Semua agama benar, biarkan anak tumbuh sendiri imannya dan memilih agamanya sendiri saat dewasa.”

Sayangnya, masing-masing agama tidak sama.

Maka ketika datang godaan iman lain, si anak tidak mampu berdiri kokoh (bertahan) dan akhirnya murtad. Inilah yang dimaksudkan Tuhan Yesus dalam perumpamaan kedua, dalam perikop Matius hari ini:

Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.”

Satu dari tiga benih ditabur, yang tidak bisa berkembang dan berbuah.

Nabi Yeremia jauh sebelumnya, telah menubuatkan “panggilan pulang bagi para murtad”. Allah memanggil untuk bertobat serta berjanji membawa para murtad kembali ke Sion. Allah juga berjanji mengangkat gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Nya. Menetapkan Yerusalem sebagai takhta Tuhan bagi segala bangsa, menggantikan arti penting Tabut Perjanjian.

“Bertobatlah, hai anak-anak yang murtad, sebab Akulah tuanmu! Aku akan mengambil kalian, seorang dari setiap kota, dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kalian ke Sion. Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku. Mereka akan menggembalakan kalian dengan pengetahuan dan pengertian.”

Pesan hari ini

Allah memanggilmu pulang, para murtad.

Bertobatlah, sebab hanya Dia-lah Satu-Satunya Allah yang benar. Jadilah lahan subur bagi sesamamu, berkembang dan berbuah sesuai yang dikehendaki-Nya.

“Kesetiaan adalah pilar yang menguatkan hubungan, mampu menopang beban kehidupan dan melewati ujian waktu dengan tegar.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo