- Bacaan 1: 2Sam 7:4-5a.12-14a.16
- Bacaan 2: Rm 4:13.16-18.22
- Injil: Mat 1:16.18-21.24a
Figuran adalah pemeran pendukung dalam film, teater, atau televisi yang muncul di latar belakang tanpa dialog (atau dialog minimal) untuk menciptakan nuansa realistis. Hanya sebagai pelengkap cerita dan tidak mempengaruhi alur cerita utama.
Namun tidak dengan seorang ayahku, meski ia pendiam dan jarang bicara namun aku tahu ia memikul beban tanggung jawab yang sungguh tidak ringan. Ia harus menghidupi keluarga dan mencukupi semua kebutuhannya termasuk sekolahku dan adik-adikku.
Ayah, aku sangat mencintaimu.
Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Santo Yosef, suami Santa Perawan Maria. Menghormati perannya sebagai ayah angkat Yesus dan pelindung Gereja Kudus.
Santo Yusuf bukanlah ayah biologis Tuhan Yesus namun telah dipilih Allah ikut dalam karya “Keselamatan-Nya”. Bukan sebagai aktor figuran, meski “scene-nya” tanpa bicara.
Tuhan Yesus dikandung dari Roh Kudus, yang artinya berasal dari Allah Bapa. Bukan hasil biologis Santo Yusuf. Namun demikian, Yusuf dengan tulus dan taat mau mendengarkan suara Roh Kudus untuk menerima Maria sebagai istrinya dan dengan demikian Yesus secara hukum sah menjadi Anaknya.
“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus…”
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,…
Dalam diamnya, rela mengambil risiko sosial dan tanggung jawab besar melindungi Maria dari perajaman. Peran dan ketaatanya sangat penting bagi “Keluarga Kudus” dalam karya Keselamatan Allah.
Ketaatan dan imannya bisa disejajarkan dengan Bapa Abraham, yang sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun percaya. Sebab kebenaran itu berdasarkan iman. Demikian peneguhan Rasul Paulus kepada Gereja di Roma.
Silsilah Tuhan Yesus berasal dari Raja Daud dan tergenapi melalui Santo Yusuf:
“…Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.”
Demikian Sabda-Nya kepada Nabi Natan.
Pesan hari ini
Santo Yusuf bukanlah “ayah figuran”, meski tanpa bicara namun dialah aktor terpilih dalam karya “Keselamatan Allah” (inkarnasi).
“Ayah, pinjamkan aku hati agar aku dapat belajar bagaimana engkau menghadapi masalah tanpa mengeluh sedikitpun.”














































