Berharap Ditemukan Tuhan

0
246 views
Mencari satu domba tersesat
  • Bacaan 1: Yes 40:1-11
  • Injil: Mat 18:12-14

“Why do I feel so lost?” begitulah pikiranku jika sepi menghampiriku. Kadang harus kuusap mataku untuk menegaskan bahwa aku tidak sedang bermimpi tersesat. Aku punya “Gembala” yang sangat mengasihiku dan senantiasa mencariku saat kehilangan arah.

Bacaan hari ini sungguh menguatkan kita semua. Bahwa Allah sungguh mengasihi manusia, meski hanya satu orang nyatanya tetap berharga dihati-Nya. Sang gembala rela meninggalkan sembilan puluh sembilan dombanya demi satu domba yang hilang dan sangat bersuka cita saat menemukannya.

“Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.

Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

Perikop Matius hari ini benar-benar menekankan Allah sebagai “Gembala yang penuh kasih”. Dia tidak menghendaki satu orang pun hilang dari pada-Nya.

Perikop Yesaya hari ini membuka bagian baru, yang sering disebut sebagai “Deutero-Yesaya”. Bagian ini berbicara tentang Bangsa Yehuda yang sedang hidup dalam pembuangan di Babel (sekitar 586–539 SM). Pada bab 40, Yesaya membuka dengan nada penghiburan dan pemulihan serta meninggalkan bagian pertama yang penuh dengan nubuat penghukuman.

Saat dalam pembuangan di Babel, Bangsa Yahudi merasa “ditinggalkan Allah” dan kesepian. Mereka merasakan kelemahan, tidak punya kekuatan dan harapan. Namun kini Yesaya menunjukkan bahwa Allah adalah “Gembala yang penuh kasih”. Dia tidak akan membiarkan umat-Nya berada dalam penderitaan selamanya. Penghiburan sebagai janji dan tindakan nyata.

Mereka diminta untuk memulai pertobatan sebagai persiapan menyambut kehadiran-Nya. Allah akan datang menyelamatkan mereka.

“Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: ”Lihat, itu Allahmu!

Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.”

Suatu gambaran “Gembala” yang penuh kasih dan kedekatan (bukan sekadar pemimpin yang jauh dan abstrak).

Pesan hari ini

Jangan pernah merasa ditinggalkan Tuhan sebab Ia senantiasa mencarimu di saat dirimu “tersesat”. Tuhan adalah “Gembala yang penuh kasih”.

“Tuhan dapat dipercaya dalam janji-Nya dan setia dalam segala yang dilakukan-Nya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo