“Catatan-catatan Singkat tentang Kitab Suci”: Seluk Beluk Kitab Suci Perjanjian Lama dan Sejarahnya (1)

0
630 views
Catatan-catatan Singkat tentang Kitab Suci karya Romo Purwo Hadiwardoyo MSF

INI tentang sejarah umat Perjanjian Lama dan sejarah penyusunan Kitab Perjanjian Lama

Pada abad ke-19 SM hiduplah Abraham di Mesopotamia, tetapi kemudian dipanggil oleh Allah menuju Tanah Kanaan. Pada abad ke-12 SM, di bawah pimpinan Yosua, ke-12 suku Israel berhasil masuk ke Tanah Kanaan, yang pada waktu itu merupakan kumpulan kerajaan kota.

Kerajaan Utara dan Kerajaan Selatan

Kemudian abad ke-11 SM, Saul menjadi raja Israel. Saul tidak bertakwa kepada Allah dan akhirnya ia digantikan oleh Daud.

Setelah Daud wafat, ia digantikan oleh Salomo. Pada abad ke-10 SM, setelah Salomo wafat, Kerajaan Israel terpecah dua, yakni Kerajaan Utara dan Kerajaan Selatan.

Kerajaan Utara dihancurkan oleh Raja Ashyur dan Kerajaan Selatan dihancurkan oleh Raja Babel.

Israel dijajah lagi oleh Kerajaan Mesir, Kerajaan Siria, dan Kerajaan Romawi.

Kitab Perjanjian Lama terdiri dari banyak kitab, sumber awal dari kitab-kitab itu adalah tradisi lisan, terdiri dari berbagai peraturan, nasihat, kidung, doa, cerita, dan sebagainya yang terkumpul sejak Abraham pada abad ke-19 SM.

Hampir dari semua kitab-kitab itu ditulis dalam bahasa Ibrani atau Aram.

Deuterokanonika

Sebagian teks yang ditulis sejak abad ke-3 SM, ditulis dalam bahasa Yunani.

Kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Yunani kemudian disebut sebagai Kitab-kitab Deuterokanonika (Tobit, Yudit, Kebijaksanaan, Sirakh, Barukh, dan 1-2 Makabe).

Tiga bagian

Kitab Perjanjian Lama kemudian disusun menjadi tiga bagian yakni:

  • Bagian pertama memuat kitab-kitab sejarah.
  • Bagian kedua memuat kitab-kitab kebijaksanaan, dan
  • Bagian ketiga memuat kitab-kitab para nabi.

Kitab sejarah berdasarkan urutannya ialah Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan.

Dalam Kitab Kejadian dikisahkan mulai dari tradisi lisan sejak zaman Abraham, pembuangan ke Babel, sampai pada kisah Yusup.

Menurut para ahli, kelompok pujangga istana kerajaan Yehuda menyadur dan menulis pada abad ke-10 SM serta menyebut Allah dengan sebutan “Tuhan”, dan menggambarkan Allah secara antropomorfistis.

Kitab Kejadian

Kitab Kejadian juga mengisahkan keyakinan Israel, bahwa dunia beserta seluruh isinya itu diciptakan dalam keadaan baik.

Namun sayang bahwa manusia yang diciptakan sebagai citra-Nya itu ternyata terus-menerus berdosa.

Allah adalah hakim yang adil dan murah hati. Ia menghukum yang berdosa, namun juga berusaha menyelamatkan dunia dengan memilih dan memanggil orang-orang tertentu.

Kitab Keluaran

Kitab Keluaran disusun berdasarkan tradisi lisan dan beberapa catatan tertulis sejak zaman Musa.

Kitab Keluaran melukiskan secara singkat sejarah umat Israel selama berada di Mesir, sejak zaman Yakub-Israel (abad 18 SM) sampai zaman Musa (abad 13 SM).

Kondisi umat pada zaman Musa sangat menyedihkan, karena mereka dipaksa melakukan kerja paksa.

Diungkapkan pula bagaimana Tuhan berkarya dengan penuh kekuatan untuk menyelamatkan bangsa Israel menyeberang Laut Teberau.

Kitab Imamat, Kitab Bilangan, dan Kitab Ulangan

Kitab Imamat, Bilangan, dan Ulangan memuat tentang tugas-tugas imam Yahudi, bilangan-bilangan bangsa Israel, dan mengulang kitab sebelumnya.

Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, dan Kitab Rut

Sekarang, tentang tiga kitab ini yakni Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, dan Kitab Rut yang mengisahkan tentang Yosua yang memimpin umat Israel menuju Tanah Kanaan, kisah setelah wafatnya Yosua sampai Saul terpilih menjadi raja pertama (abad 11 SM), dan mengisahkan seorang wanita yang bernama Rut, keturunan bangsa Moab tetapi menikah dengan seorang Israel yang kemudian menurunkan Obed, kakek Daud.

Kitab-kitab Samuel, Raja-raja, dan Tawarikh

Sedangkan, Kitab-kitab Samuel, Kitab Raja-raja, dan Kitab Tawarikh mengungkapkan hidup beriman umat Israel di bawah pimpinan Samuel, Saul, Daud, Raja Salomo, Nabi Elia, dan beberapa keturunan Daud.

Juga menuliskan ringkasan-ringkasan hidup beriman umat Israel di bawah pimpinan Raja Salomo dan para penggantinya.

Kerajaan Israel pecah menjadi dua, setelah wafatnya Raja Salomo pada tahun 931 SM. Akhirnya Kerajaan Utara hancur oleh Ashur dan Kerajaan Selatan hancur oleh Babilonia.

Kitab Ezra, Nehemia, Tobit, Yudit, Ester, Makabe

Sedangkan, Kitab Ezra, Kitab Nehemia, Kitab Tobit, Kitab Yudit, Kitab Ester, Kitab Makabe mengisahkan tentang kembalinya umat Israel dari Babel ke Kanaan, pembuangan di Assyria, kasih Allah dalam masa pembuangan tersebut, pada masa kekuasaan Persia, sampai kisah Israel pada abad ke-2 SM, ketika Tanah Kanaan dikuasai oleh Antiokhus Epifanes, raja Yunani.

Kitab Kebijaksanaan: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkotbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan Salomo, dan Sirakh.

Ada pula Kitab Kebijaksanaan yang terdiri dari Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkotbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan Salomo, dan Sirakh.

Kitab-kitab ini menuliskan tentang kebijaksanaan hidup baik sebagai manusia biasa maupun orang beriman, nasihat kebijaksanaan ini dipakai untuk menasihati orang-orang muda atau orang yang kurang terpelajar.

  • Pengkotbah menegaskan bahwa penderitaan di dunia tidak selalu merupakan hukuman atau dosa.
  • Kidung Agung menggunakan gaya bahasa puitis yang sangat romantis, mengisahkan tentang kisah cinta dua muda-mudi yang mesra.
  • Kebijaksanaan Salomo ditulis untuk mencegah orang-orang Yahudi di perantauan dari pengaruh Yunani yang bersifat kafir.
  • Sirakh menulis ajakan kepada umat Yahudi untuk tetap setia pada ajaran imannya, seperti yang tertera dalam Kitab Taurat.

Kitab Para Nabi

Ini terdiri dari sosok para nabi yakniAmos, Hosea, Yesaya, Mikha, Zefanya, Nahum, Yeremia, Habakuk Yehezkiel, Obaja, Ratapan, Hagai, Zakharia, Maleakhi, Yoel, dan Daniel.

Kitab ini mengisahkan tentang orang-orang yang disebut nabi, yakni mereka yang menyampaikan sabda Allah kepada bangsanya sendiri atau bangsa lain.

Para Nabi ini mendapat tugas untuk mewartakan kehancuran Kerajaan Utara yang sedang diwarnai kemerosotan pada segi iman maupun moral.

  • Ada pula nubuat-nubuat tentang akhir zaman bahwa bumi akan dihancurkan. Nubuat tentang kejatuhan bangsa-bangsa jahat, seperti Filistin, Moab, Amon, Kusy, dan Asyur diwartakan oleh Zefanya dan Nahum.
  • Ada pula karya pembaruan yang mereka lakukan yakni pembaruan religius yang dirintis oleh Raja Yosia sejak pertengahan abad 7 SM.
  • Habakuk berkarya sebagai nabi pada saat menjelang hancurnya Kerajaan Selatan oleh Babilonia, ia mengecam bangsa-bangsa kafir tersebut untuk bertobat.

Kisah-kisah para nabi ini terus berlanjut hingga pada masa dimana Daniel memperkenalkan bahwa Allah adalah penguasa seluruh dunia. (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here