Home BERITA Charitas Cottage di Kei Kecil, A Room with a View (2)

Charitas Cottage di Kei Kecil, A Room with a View (2)

0
55 views

ATMOSFER sunyi menjadi salah satu daya tarik utama Charitas Cottage di Pulau Kei Kecil. Duduk tercenung berlama-lama di penginapan milik Frengki ini seolah menjadi pengalaman yang dengan sendirinya menenangkan batin.

Keheningan bukan sekadar janji promosi, melainkan suasana yang nyata terasa sejak pertama kali menginjakkan kaki di sana.

Namun, Charitas Cottage bukan ruang hening yang mati. Justru sebaliknya, “keramaian” di tempat ini dihidupkan oleh kicauan burung. Bukan suara manusia yang mendominasi, melainkan riuh alam yang hadir dari berbagai penjuru.

Setiap pagi dan menjelang sore, kicauan burung terdengar nyaring dari pepohonan tinggi di depan dua unit bungalow, juga dari pucuk-pucuk pohon bakau yang tumbuh lebat di pesisir pantai tempat penginapan ini berdiri.

Sesekali, burung pelikan tampak bertengger di dahan-dahan bakau. Menurut warga setempat, burung dengan corak bulu merah menyala itu datang dari Australia.

Mereka bermigrasi ke wilayah yang lebih hangat di utara Benua Kangguru dan menjadikan pulau-pulau terluar Indonesia di Provinsi Maluku sebagai tujuan persinggahan.

Charitas Cottage di Pulau Kei Kecil, Maluku Tenggara. (Mathias Hariyadi)

A room with a view

Keunggulan lain Charitas Cottage adalah panorama laut yang tersaji persis di depan mata. Dua unit bungalow berdiri tepat di atas perairan laut, di bibir pantai yang dikelilingi rimbunnya hutan bakau yang tumbuh subur dan alami.

Begitu tirai kamar dibuka, hamparan laut langsung menyapa pandangan. Mata dimanjakan oleh birunya laut yang berpadu dengan hijau pekat bakau di kejauhan. Keluar melalui pintu depan kamar, tamu akan tiba di selasar kecil yang membuat laut seakan berada dalam jangkauan tangan.

Air laut di bawah bungalow begitu jernih. Dari atas, berbagai biota laut tampak jelas berenang bebas. Pemandangan ini kerap menjadi “godaan alam” tersendiri, terutama ketika air laut surut.

“Biasanya surut terjadi pada pagi hari. Saat itu kita bisa berjalan ke bibir laut hingga beberapa ratus meter,” ujar Frengki kepada Sesawi.Net.

Panorama penampakan laut lepas dengan rerimbunan pohon bakau di depan dan samping kiri-kanan Charitas Cottage di Pulau Kecil, Maluku Tenggara. (Mathias Hariyadi)

Meski demikian, Frengki mengingatkan agar pengunjung tetap berhati-hati. Hamparan laut yang surut menyimpan risiko tersendiri.

“Banyak ‘jebakan Batman’. Bisa saja kaki menginjak ubur-ubur, bulu babi, atau biota laut beracun lainnya,” katanya. Racun biota laut itu dapat menyebabkan tubuh bereaksi panas dingin jika tersentuh tanpa sengaja.

Frengki sendiri merupakan putera daerah Kei yang sempat mengenyam pendidikan di Seminari Kecil Santo Yudas Tadeus Langgur, meski hanya selama satu tahun.

Setiap bungalow di Charitas Cottage dilengkapi kamar mandi dalam, shower, dan toilet duduk. Satu unit AC juga tersedia di setiap kamar, sehingga tamu tidak perlu khawatir dengan udara panas selama bermalam.

Meski hanya semalam menginap sebelum melanjutkan perjalanan menyeberang ke Pulau Kei Besar, pengalaman singkat di Charitas Cottage telah memberi kesejukan tersendiri. Jauh dari hiruk-pikuk kehidupan urban, tempat ini menjadi ruang jeda untuk kembali menyatu dengan alam.

Charitas Cottage, dengan keunggulan utamanya a room with a view, menghadirkan keindahan sederhana yang autentik—tenang, alami, dan membumi—bagi setiap tamu yang singgah. (Berlanjut)

Baca juga: Menikmati sunyi di Charitas Cottage di Pulau Kei Kecil, Maluku Tenggara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo