Di Vatikan, Paus Fransiskus Baptis Umat Katolik Indonesia Asal Surabaya

0
9,608 views
Ibu Linda selaku Wali Baptis tengah mendampingi Ny. Anastasia Clara Tjia dari Surabaya sesaat sebelum akhirnya bisa menerima Sakramen Baptis dari Sri Paus Fransiskus pada Misa Vigili Paskah di Basilika St. Petrus Vatikan, Sabtu (20/4/19) malam waktu Roma. (Vatican News)

KELUARGA Andreas Andiono Sunartho sungguh mendapat anugerah Tuhan yang luar biasa. Bagi Andreas, Perayaan Paskah tahun ini benar-benar terasa sangat istimewa.

Itu karena ia diperkenankan boleh mendampingi isterinya menerima Sakramen Baptis di Basilika Santo Petrus Vatikan, Italia, Sabtu, 20 April 2019.

Yang lebih istimewa lagi, Paus Fransiskus berkenan membaptis delapan orang dari berbagai negara pada misa Vigili Paskah. Dan salah satu baptisan baru itu adalah orang Indonesia.

Ia bernama Anastasia Clara Tjia dan berasal dari Paroki Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya.

Hadir selaku Wali Baptis adalah Ny. Linda asal Bandung. Ia masih saudara sepupu Andreas Andiono Sunartho.

Ny. Anastasia Clara Tjia menjadi satu-satunya Baptisan baru asal Indonesia yang menerima Sakramen Permandian di Basilika St. Petrus Vatikan oleh Sri Paus. Babtisan baru asal Surabaya ini berfoto bersama suaminya. (Ist)

Yesus,  ahlinya ahli

Dalam homili Misa Malam Paskah itu, Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa Yesus adalah ahlinya ahli yang mampu mengubah kematian menjadi kehidupan. Dengan wafat di salib, kata Paus, Yesus menebus dosa manusia. Dengan kebangkitan-Nya, Yesus telah mengalahkan maut.

Bagi Paus Fransiskus, Paskah adalah pesta terangkatnya batu kubur, tergulingnya batu karang. Allah telah mengangkat batu-batu yang paling sulit yang menghancur-leburkan harapan kita yakni maut, dosa, ketakutan, dan keduniawian.

Ny. Anastasi Clara Tjia menjadi satu-satunya Baptisan baru asal Indonesia yang menerima Sakramen Permandian di Basilika St. Petrus Vatikan pada Misa Vigili Paskah 2019. (Vatican News)

“Dalam Paskah ini, Tuhan menunjukkan kepadamu betapa Ia sangat mencintai kehidupan. Yesus adalah seorang ahli dalam mengubah kematian kita menjadi kehidupan, dukacita kita menjadi tarian. Bersama-Nya, kita juga dapat mengalami Paskah, yaitu ‘keluaran’ (exodus) dari egoisme menuju persekutuan, dari kehancuran menuju penghiburan, dari ketakutan menuju percaya diri,” tutur Bapa Suci asal Argentina ini.

Paus Fransiskus mengajak kita agar tidak menundukkan wajah kita dalam ketakutan, tetapi mengangkat mata kita kepada Yesus yang bangkit. Kita bisa belajar dari pengalaman para perempuan yang datang ke kubur Yesus. Awalnya para perempuan itu kehilangan harapan. Akhirya, berkat penampakan Yesus yang bangkit, mereka menjadi pewarta dan saksi kebangkitan yang luar biasa.

Delapan calon penerima Sakramen Permandian dalam Misa Vigili Paskah 2019 bersama Paus Fransiskus di Basilika St. Petrus Vatikan, Sabtu 20 April 2019.

“Kembali ke cinta yang hidup akan Tuhan adalah penting. Kalau tidak, iman kita adalah sebuah iman ‘museum’, bukan iman Paskah,” tegas pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini.

Berkat “Urbi et Orbi”

Dalam Pesan Paskah dan Berkat “Urbi et Orbi” di Lapangan Santo Petrus Vatikan pada hari Minggu, 22 April 2019, Paus Fransiskus menyerukan kembali pesan perdamaian kepada seluruh dunia.

Paus yang getol membangun dialog antar agama ini menegaskan bahwa Kristus hidup dan Ia tetap beserta kita pada zaman sekarang ini.

Andreas dan isterinya Ny. Anastasia Clara Tjia yang berbahagia karena telah menerima Sakramen Baptis di Basilika St. Petrus Vatikan dari tangan Sri Paus Fransiskus. (Ist)

Sekarang saatnya, menurut Paus Fransiskus, untuk memperbarui tanggung jawab guna penyelesaian politik yang mampu menanggapi harapan yang masuk akal untuk kebebasan, perdamaian, dan keadilan, menghadapi krisis kemanusiaan dan mendukung terjaminnya kepulangan orang-orang yang tanpa tempat tinggal.

“Ia menunjukkan terang wajah-Nya kepada kita, dan Ia tidak meninggalkan semua orang yang sedang mengalami kesulitan, penderitaan dan kesedihan. Semoga Dia yang hidup, menjadi harapan bagi rakyat Suriah yang terkasih,” tegas Paus Fransiskus.

Bapa Suci juga mendorong para pemimpin negara yang tengah berkonflik untuk segera duduk bersama mengupayakan perdamaian. Disebutkan oleh Bapa Suci beberapa negara yang sedang dilanda konflik dan perang, antara lain Yaman, Israel, Palestina, Libya, Burkina Faso, Mali, Niger, Nigeria, Kamerun, Sudan, wilayah timur Ukraina, Venezuela, dan Nikaragua.

Keluarga Ny. Anastasia bersama para suster MC di Generalat MC Roma. (Ist)
Kegembiraan segenap Umat Katolik Indonesia yang mengikuti Misa Vigili Paskah 2019 di Basilika St. Petrus Vatikan, Sabtu (20/4/19)

Paus Fransiskus juga mengharapkan agar semakin banyak orang mau menjadi pembangun jembatan, bukan pembangun tembok.

“Semoga Tuhan sang empunya kehidupan tidak mendapati kita dingin dan acuh tak acuh. Semoga Ia menjadikan kita pembangun jembatan, bukan pembangun tembok,” harap Bapa Suci.

Seusai memberi Berkat “Urbi et Orbi”, Sri Paus juga menyampaikan keprihatinannya sekaligus belarasa atas peristiwa peledakan bom yang terjadi di Srilanka yang mengakibatkan ratusan korban nyawa tewas dan terluka.

Kredit foto: Sr. Veronica MC dan Vatican News.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here