Dukun Kog Dipercaya

0
333 views
Ilustrasi: Praktik perdukunan.

Senin 22 Januari 2024.

  • 2Sam. 5:1-7.10.
  • Mzm. 89:20,21-22,25-26.
  • Mrk. 3:22-30.

PRIHATIN rasanya, melihat beberapa fakta terkini yang mengungkap kebiasaan orang mendatangi dukun untuk suatu tujuan. Bagi kaum rasional, jelas ini tindakan konyol.

Setiap orang tentu ingin apa yang menjadi impiannya terwujud. Tetapi sangatlah naif, jika suatu tujuan ditempuh dengan cara-cara irasional. Seperti mempercayai dukun atau paranormal.

Perbuatan mempercayai dukun atau paranormal jelas menunjukkan ketidakmampuan rasio mencerna hakikat hidup, sehingga senantiasa melakukan apa pun yang diasumsikan bisa menjadi jalan pintas menuju terealisasinya sebuah harapan.

Kehidupan ini jelas bukan sekadar undian. Maka siapa pun yang ingin mengalami kebahagiaan, haruslah bekerja keras untuk meraihnya.

“Saya berusaha mengingatkan anakku untuk hati-hati melangkah dalam hidup ini dan jangan terlalu percaya pada manusia namun percaya pada Tuhan,” kata seorang ibu.

“Namun selalu saja dia lebih percaya pada orang pintar”hingga ujung-ujungnya kesesatan,” ujarnya.

“Orang yang percaya dukun atau orang pintar adalah orang yang memang tidak bisa berpikir rasional. Sungguh sangat keterlaluan, jika ada sebagai pengikut Kristus dengan segala anugerah panca indera dan hati, serta iman, tetapi malah menjerumuskan diri pada praktik kehidupan yang bodoh seperti itu,” sambungnya.

“Karena percaya pada dukun, uang ludes dan tidak rasional lagi, hingga hidup tidak punya greget dan tujuan,” tegasnya.

“Ketika semua sudah ludes, tinggal penyesalan,” lanjutnya.

“Kita ini milik Tuhan Kristus bukan milik iblis, maka jangan berpaling dari Tuhan,” ujarnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,”Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: Ia kerasukan Beelzebul dan Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”

Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?”

Sabda Tuhan yang baru saja kita baca dan kita dengarkan, mengisahkan bagaimana para ahli Taurat, orang-orang yang mengetahui Sabda Allah, menolak dan menuduh Yesus sebagai orang yang kerasukan setan. Dan Yesus menjawab tuduhan mereka dengan mengatakan “Bagaimana mungkin setan melawan setan?”

Bagi Yesus, orang yang berdosa akan diampuni, tetapi celakalah orang yang menolak Roh Kudus, karena dosanya tidak akan diampuni.

Di sini, kita melihat bahwa dalam diri dan karya Yesus, pribadi ilahi Bapa dan Roh Kudus hadir. Dengan demikian seseorang yang menolak Yesus, berarti menolak Allah Bapa dan Roh Kudus.

Kita diundang untuk membangun persatuan dengan Allah. Persatuan kita dengan Allah akan semakin meneguhkan hidup beriman kita dan pada akhirnya memampukan kita melawan kuasa Iblis yang seringkali datang menggoda kita.

Saat kita berada dalam kuasa Allah, kita sanggup menghalau kuasa-kuasa iblis. Namun jika kita tidak punya kedalaman ikatan batin dengan Allah, setan akan menari dan menarik kita dalam jogetannya.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku sepenuhnya percaya pada Allah dalam situasi apa pun?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here