Gajah di Pelupuk Mata tak Terlihat, Semut di Ujung Lautan Tampak Jelas

0
267 views
Ilustrasi - Saling tuding saling tuduh kesalahan orang lain. (Ist)

Bacaan 1: Ibr 10:19 – 25
Injil: Mrk 4:21 – 25

PERIBAHASA ini sangat populer di kehidupan kita. Artinya kira-kira, kesalahan orang lain tampak sangat jelas, sementara kesalahan atau aib sendiri tak bisa melihat.

Orang yang senang mencari-cari kesalahan orang lain untuk memuaskan diri sendiri.

Padahal, orang tak sadar bahwa dirinya juga melakukan kesalahan yang sama.

Dalam pengajaran-Nya kepada para murid, Tuhan Yesus berkata:

“Camkanlah apa yang kamu dengar. Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula padamu dan disamping itu akan ditambah lagi…”

Agar para pengikut-Nya tidak menghakimi orang lain sebab hal sama akan diberlakukan padanya bahkan hukumannya diperberat.

Menghakimi orang tentu akan melelahkan dan menguras energi sendiri.

Menjadi murid-Nya justru harus mau berbagi, layaknya cahaya pelita yang mampu memancarkan sinar ke seluruh ruangan. Menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan berjanji akan terus memberkati orang yang mau berbagi.

Rasul Paulus memberi nasihat kepada jemaat Ibrani agar berpegang teguh pada harapan, saling memperhatikan satu sama lain dan mendorong dalam cinta kasih.

Sebab oleh penebusan Kristus di kayu salib, maka seluruh umat mendapatkan belas kasih karunia hidup kekal.

Tuhan telah lebih dahulu mengasihi, kenapa kita tidak bisa mengasihi orang lain bahkan senang mencari kesalahan orang.

Selalu bersekutu dalam peribadahan, demikian nasihatnya.

Pesan hari ini

Menghakimi orang selain melukai perasaan orang lain namun juga buruk bagi diri sendiri. Hidup harus menjadi berkat bagi orang lain layaknya pelita yang memancarkan sinar ke seluruh ruangan.

“Berhentilah menyalahkan orang lain sebab hal itu tidak akan mengubahmu menjadi lebih baik. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here