Gelap adalah Ketiadaan Terang

0
250 views
Ilustrasi - Terang dalam kegelapan. (Ist)

Bacaan 1: Kej 1:1 – 19
Injil: Mrk 6:53 – 56

SEORANG residivis Edy “Aho Medan”, bolak-balik dipenjara karena berbagai kasus. Hidup penuh dengan kegelapan, dan membuat sengsara keluarga yang ditinggalkannya dirumah berjuang sendirian. Narkoba, mabuk, dan premanisme adalah makanan sehari-hari.

Suatu saat ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam kebaktian penjara. Saat melihat Sang Terang, ia pun menyentuh kaki-Nya dan merasakan kesejukan hati yang mendalam.

Setelah ia mengalami lawatan Tuhan Yesus dalam Terang, ia merasa hidupnya jadi baru.

Ia mengambil satu komitmen dalam dirinya, mulai saat itu ia akan tinggalkan semua kehidupannya yang lama.

Memohon ampun dan bertobat, hidupnya yang gelap telah menjadi terang.

Sebagai umat beriman, kita percaya bahwa Allah adalah Sang Pencipta semesta dan segala yang ada dari suatu ketiadaan.

Kitab Suci memang bukan buku pengetahuan namun buku iman. Sampai kapan pun kita tidak akan pernah menemukan padanan kisah penciptaan dalam ilmu pengetahuan alam.

Allah pertama-tama menciptakan terang untuk mengatasi kegelapan.

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: ‘Jadilah terang.’ Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.”

Terang akan memisahkan kita dari kegelapan sebab keduanya tidak bisa bersatu dalam waktu bersamaan. Gelap adalah sebuah ketiadaan terang, demikian kata Albert Einstein.

Saat kita menghadirkan terang lewat lilin dalam ruangan gelap, ruangan segera berubah menjadi terang.

Dalam kepercayaan Yahudi, sakit dikategorikan sebagai kutukan dosa. Dalam alkitab, dosa adalah manifestasi dari hidup dalam kegelapan.

Yesus hadir ke dunia sebagai Sang Terang dari Allah untuk menerangi dunia. Di mana pun Ia hadir maka akan merubah gelap menjadi terang.

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Sembuh adalah manifestasi pengakuan kepada Allah dan pengampunan dosa sehingga orang tidak lagi hidup dalam kegelapan.

Pesan hari ini

Jika masih ada gelap, mari nyalakan lilin disitu. Allah menciptakan sesuatu dari ketiadaan, saat pintu seolah tertutup maka Dia bisa membuat jalan.

Ia bisa mengambil tempat kosong nan gelap dalam hidupmu dan menciptakan sesuatu yang indah.

Tuhan bisa mewujudkan mimpimu yang belum terbentuk karena Dia Sang Pencipta. Pakailah maskermu dan jaga jarakmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here