Hosana Putera Daud

0
456 views
Ilustrasi: Romo Windyatmoko SJ (alm) naik kuda dalam perayaan Minggu Palma. (Ist)

Puncta 02.04.23
Minggu Palma
Matius 21: 1-11. Kisah Sengsara 26:14-27:66

PEKAN Suci bagi umat Katolik dimulai pada perayaan Minggu Palma, sepekan sebelum kebangkitan Kristus.

Minggu Palma adalah peringatan Yesus yang memasuki kota Yerusalem. Rakyat mengelu-elukan Yesus sebagai Nabi yang datang.

Dengan naik keledai beban Yesus masuk kota suci Yerusalem. Ia menggenapi nubuat nabi yang berkata, “Katakanlah kepada Puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut mengendarai keledai beban yang muda.”

Yesus datang sebagai Raja. Namun kerajaan Yesus adalah kerajaan cintakasih. Hal ini disimbolkan dengan kendaraan yang ditunggangi-Nya, yakni keledai beban.

Ia tidak naik kuda keprajuritan lambang kekuatan, keperkasaan atau keperwiraan. Tetapi Yesus naik keledai lambang kerendahan, kesetiaan, kelemah-lembutan.

Masuk ke kota Yerusalem berarti memasuki penderitaan dan kematian. Maka Minggu Palma juga disebut Minggu sengsara.

Yesus mengawali penderitaan-Nya di kota Yerusalem. Di kota Daud ini Yesus dielu-elukan; “Hosana Putra Daud!” Tetapi di Yerusalem pula Ia diteriaki “Salibkan Dia. Salibkan Dia.”

Salib adalah lambang kasih, kesetiaan dan kerendahan. Maka dalam liturgi Minggu Palma dibacakan kisah sengsara Tuhan Yesus.

Umat Kristen diajak merenungkan bahwa karya penyelamatan Allah dilaksanakan melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus.

Cintakasih Allah yang tak terbatas nampak dalam salib Kristus. Salib juga melambangkan kesetiaan dan kerendahan diri.

Yesus setia kepada kehendak Bapa-Nya. Demi menebus dosa manusia, Ia rela mengorbankan Diri-Nya di kayu salib.

Salib juga lambang kehinaan dan kerendahan. Mati di kayu salib adalah kematian yang paling hina.

Pada Minggu Palma ini kita pun bisa merenungkan dimanakah posisi kita sebagai murid Kristus. Ikut membantu Kristus menyiapkan keledai? Bersorak-sorai menyambut Kristus bersama rakyat? Dan sekaligus ikut menyalibkan-Nya?

Sesudah itu ada murid yang mengkhianati. Ada pula yang lari menyelamatkan diri sendiri. Ada pula yang berani menghunus pedangnya. Setelah Yesus ditangkap, para murid-Nya pergi meninggalkan-Nya sendirian. Ada juga wanita-wanita yang setia sampai di Golgota.

Selama pekan suci ini, bersama para imam yang akan memperbaharui janji imamat mereka, mari kita merenungkan hubungan pribadi kita dengan Tuhan yang rela menderita bagi keselamatan kita.

Semoga karenanya kita boleh memetik buah-buah penyelamatan Kristus bagi hidup kita.

Hosanna Hosanna Putra Daud,
Terpujilah Raja yang maha mulia.
Mari kita bersama menyambut,
Bersorak-sorai dengan daun palma.

Cawas, menyambut Sang Penyelamat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here