Jangan Takut dan Ragu, Inilah Aku

0
609 views
Jangan takut. Yesus berjalan di atas air, by Ivan Aivazovsky, 1888.

Selasa, 2 Agustus 2022

  • Yer. 30:1-2,12-15,18-22.
  • Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23.
  • Mat. 14:22-36.

MENGAMBIL keputusan mungkin terasa sulit untuk sebagian orang.

Sering kita dirasuki oleh keraguan dalam mengambil keputusan, meski dalam sebuah keputusan kecil sekalipun.

Rasa takut bisa saja muncul, hingga keraguan membayangi langkah kita.

“Hidup adalah sebuah perjalanan yang harus kita lalui. Walau kadang kita diliputi keraguan dalam mengayunkan langkah, apalagi jika rasa lelah yang mendera,” kata seorang bapak.

“Kadang kita menjadi marah dengan keadaan yang kita alami, apalagi jika keadaan itu menawarkan ketidakpastian,” lanjutnya.

“Perjalanan hidup ini sangat panjang, berliku dan penuh rintangan, begitu banyak penghalang menghadang kita, dan itu mengaharapkan keteguhan hati dalam menentukan langkah,” tegasnya

“Mungkin berkali-kali kita harus melewati lembah air mata, jurang kehancuran, tebing terjal, hutan belantara dalam malam yang mencekam,” ujarnya.

“Belum lagi kita harus menghadapi badai dan ombak yang menderu, mendera iman kita, meski telah lemah dan tak memiliki daya lagi,” ujarnya lagi.

“Ini kami alami ketika saya harus melepaskan anakku tinggal sendiri di negara lain untuk melanjutkan belajarnya,” katanya.

“Saya takut melepas dia, namun cita-citanya yang besar membuat dia berani membuat keputusan hidup sendiri jauh dari kami,” lanjutnya.

“Alangkah senangnya ketika saya tahu komunitas apa yang ada di tempat baru anakku, dan bagaimana mereka mengulurkan tangannya untuk membantu,” tuturnya.

“Semua jadi lebih mudah dan menyakinkan daripada waktu awal memikirkan langkah-langkah tinggal di negeri orang,” paparnya.

“Jika tidak berani melangkah, kami tidak akan punya pengalaman istimewa seperti saat ini,” imbuhnya.

“Gambaran kesulitan dan bayang-bayang permasalahan seringkali terlalu mencekam pikiran dan perasaan kita, namun setelah dijalani terasa ringan dan baik-baik saja,” kisahnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu.”, lalu berteriak-teriak karena takut.

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah. l Aku ini, jangan takut.”

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”

Kata Yesus: “Datanglah.” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.”

Jika Petrus tidak berani melangkah keluar dari perahu, dia akan sama seperti para murid lainnya, tinggal aman di dalam perahu dan tidak punya pengalaman istimewa yakni berjalan di atas air.

Petrus dalam ketakutan dan keraguannya berteriak pada Yesus, untuk mengalami pengalaman iman yang luar biasa, berjalan di atas air seperti Yesus.

Petrus berani keluar kepal dan menapakkan kaki di atas air.

Inilah peristiwa dalam sejarah manusia, Petrus menjadi manusia pertama yang bisa berjalan di atas air bersama Yesus.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku berani membuka langkah baru meski harus meninggalkan zona nyaman dalam hidupku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here