Kantong Hati yang Baru

0
108 views
Ilustrasi: Ranting anggur.

Sabtu, 04 Juli 2020

Am 9:11-15 dan Mat9:14-17

Nubuat Nabi Amos tentang zaman baru, di mana Allah membangun kembali reruntuhan Israel. Tuhan selalu setia pada janji-Nya. Israel yang bertahan dalam dosa ditegurnya dengan keras melalui bencana perang dan pembuangan.

Tapi Allah yang setia pada kasih dan perjanjian-Nya mendirikan bangsa yang baru di atas puing-puing pondok Daud. Dan kalau Allah yang menanam, tak seorangpun sanggup mencabutnya lagi (Am 9:15).

Zaman baru dan bangsa baru itu hadir secara nyata saat Yesus Kristus hadir di dunia. Yesus adalah mempelai yang membawa pembaharuan, yakni sukacita dan kegembiraan.

Bagi Yesus, selama masih ada mempelai, tak perlu ada puasa. Karena puasa bukanlah prestasi diri yang bisa dibanggakan di hadapan Tuhan.

Puasa seyogyanya adalah pemusatan diri kita pada Kristus. Bersama Gereja dan bersama Yesus umat akan berdoa, berpuasa dan bermatiraga untuk lebih bersatu dengan sang mempelai, Yesus sendiri.

Untuk bisa menerima Yesus sang anggur baru, sebuah kebaruan yang abadi, kita mesti memiliki kantong hati yang baru. Melalui kedatangan-Nya, Yesus membawa serta pada-Nya segala kebaruan.

Yesus selalu membarui hidup kita dan masyarakat kita, bahkan jika pesan Kristiani telah melintasi masa-masa kegelapan dan kelemahan gerejawi, pesan itu tak pernah menjadi tua. “Anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru” (Mat 9:17).

Untuk bisa hidup baru dalam Kristus, kita mesti memiliki wadah baru, yaitu kantong hati yang baru, cinta kasih kepada Yesus dan Gereja-Nya.

Puasa yang berpusat pada Yesus, bisa mengubah hati kita menjadi wadah baru yang siap menerima Yesus sang mempelai dan anggur sukacita yang baru. Semoga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here