Kekuatan Sebuah Doa

0
256 views
Ilustrasi - Berdoa. (Ist)

Puncta 05.10.22
Rabu Biasa XXVII
Lukas 11: 1-4

“ROMO, saya dapat anugerah besar dari Tuhan. Info dari adik saya yang jaga bapak di RS… Bapak sudah boleh pulang hari ini. Terimakasih atas semua doa-doanya, Romo. Tuhan mencurahi saya dengan banyak mukjizat.”

Demikian WA dari seorang sahabat yang juga sedang terbaring sakit, menunggu operasi.

Satu doa sudah terkabul. Bapaknya sudah boleh pulang dari perawatan di Rumah Sakit.

Saya menjawab WA sahabat itu untuk memberi kekuatan, “Saya akan terus ikut berdoa. Saya makin dikuatkan betapa dasyatnya kekuatan doa.”

Saya kadang bertanya-tanya pada Tuhan, kalau saya memohon untuk kepentingan diri sendiri kok sering tidak dikabulkan.

Tetapi kalau saya minta untuk orang lain kok malah dikabulkan. Sebenarnya kehendak Tuhan itu bagaimana ya?

Permintaan para murid agar diajari bagaimana berdoa bisa juga harus saya terapkan pada diri saya sendiri. “Tuhan, ajarlah kami berdoa.”

Yesus mengajari murid-murid-Nya berdoa, “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; Datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiaporang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

Kalau melihat pola Doa Yesus itu, yang pertama dilakukan adalah memuji dan memuliakan Nama Tuhan. Dalam kata dan tindakan, dalam doa dan karya kita pertama-tama diarahkan untuk memuliakan Nama Tuhan.

Bukan untuk kepentingan diri kita sendiri. Ini dia poin yang salah sering kita lakukan. Saya juga begitu, hanya berdoa memohon untuk diri sendiri.

Doa yang pertama dan utama adalah memuliakan nama-Nya.

Kemudian kita mengharapkan Kerajaan Allah datang. Kerajaan Allah adalah kondisi dimana tumbuh damai atau syalom dan sejahtera.

Kerajaan Allah tidak harus nanti saat kita mati. Tetapi Kerajaan Allah bisa hadir di dunia saat kita mengalami damai dan sejahtera.

Allah berkehendak supaya manusia mengalami keselamatan. Kerajaan Allah bisa dialami jika manusia menyesuaikan dengan kehendak-Nya.

Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Kehendak Tuhanlah yang mesti terjadi, bukan kehendak kita sendiri. Saya kadang malah memaksakan kehendak pribadi kepada Tuhan.

Baru kemudian kita meminta kebutuhan untuk hidup yakni rezeki. Tuhan mahatahu akan segala kebutuhan untuk hidup. Pasti Tuhan juga akan memberikannya kepada kita.

Yang penting kita tidak perlu kawatir. Tuhan akan menyelenggarakan dan menjamin kehidupan kita. Lihatlah bunga bakung di ladang, lihatlah burung-burung di udara. Mereka didandani dan dipelihara oleh Tuhan.

Membangun relasi dengan sesama juga sangat penting. Saling mengampuni adalah tanda kerendahan hati.

Tidak ada orang sempurna di hadapan Allah. Saling mengampuni juga menjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah. Karena Allah maha pengampun, kita juga diajak saling mengampuni.

Mengampuni itu mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan. Maka kita meminta kepada Tuhan untuk mengampuni, agar kita pun bisa mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita.

Dasarnya karena Allah telah mengampuni kita lebih dahulu.

Mari kita terus berdoa. Jangan pernah lelah memuji Allah.

Nonton Barong di Pulau Dewata,
Gamelan bertalu-talu penuh irama.
Janganlah jemu untuk terus berdoa,
Kasih Tuhan seluas samudera raya.

Cawas, ayo terus berdoa….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here