BARU tiga hari lalu, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sebuah tragedi nasional yang nyaris memporakporandakan keutuhan bangsa.
Siang itu, kami anak-anak SD tak diizinkan pulang. Di Jalan Kramat Raya 67, depan sekolah, hiruk-pikuk orang berlarian dan berteriak-teriak. Ada yang membawa kayu, bambu, dan juga parang atau golok.
Di sisi kiri sekolah kami, di sebelah Gang Sentiong -kini menjadi jalan- pertigaan Jl. Kramat Raya-Jl. Raden Saleh, asap hitam membubung tinggi. Ternyata kuketahui kemudian bahwa itu markas Komite Sentral (CC) PKI.
Saya yang saat itu baru di kelas 1 SD hanya bisa menangis. Sembari memegang Salib Rosario pemberian ibu. Tak lama kemudian, ibu datang menjemputku dan kakak di kelas 2. Maknyesss rasanya…. (Berlanjut)
Eling B’Ning
Baca juga:












































