Home BERITA Kita Tidak Pernah Berjalan Sendiri

Kita Tidak Pernah Berjalan Sendiri

0
220 views
Masalah hidup tak bisa diselesaikan sendiri

Kamis, 2 Oktober 2025

Kel. 23:20-23a
Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11
Mat 18:1-5.10.

SETIAP orang, sejak lahir, sudah dikaruniai seorang malaikat pelindung. Ia adalah utusan Allah yang mendampingi, melindungi, dan membimbing kita di jalan keselamatan.

Kehadiran malaikat pelindung adalah tanda nyata betapa Allah begitu peduli pada setiap pribadi, bukan hanya dalam hal-hal besar, tetapi juga dalam pergumulan hidup yang kecil sekalipun.

Sering kali kita merasa sendirian dalam perjuangan hidup: ketika menghadapi pencobaan, saat bergumul dengan kesulitan, atau ketika tidak seorang pun mengerti isi hati kita.

Keyakinan kita mengingatkan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Malaikat pelindung senantiasa berjaga, mendoakan, dan mendampingi kita. Bahkan saat kita jatuh atau tersesat, ia tetap ada, mengarahkan hati kita kembali kepada Allah.

Kita dipanggil untuk peka pada bisikan hati yang mendorong kita kepada kebaikan, kasih, dan kebenaran. Seringkali, itulah cara malaikat pelindung bekerja, diam-diam, tanpa suara keras, tetapi nyata dalam inspirasi, dorongan, atau bahkan perasaan damai yang datang pada saat kita harus memilih jalan yang benar.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, ”Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Sabda Tuhan hari ini, bukan hanya berbicara tentang anak secara biologis, melainkan juga tentang hati yang sederhana, rendah, dan penuh percaya.

Allah begitu menghargai orang-orang yang memiliki hati seperti anak kecil, tulus, jujur, dan tanpa kepalsuan. Dan melalui malaikat pelindung, Allah menunjukkan betapa setiap pribadi tak pernah dibiarkan sendirian.

Kita diingatkan untuk tidak meremehkan, mengabaikan, atau melukai yang kecil, yang lemah, atau yang sederhana. Karena di balik kelemahan mereka, Allah sendiri hadir dan menjaga.

Ketika kita menghormati dan mengasihi yang kecil, sebenarnya kita menghormati Allah yang bekerja di dalam diri mereka.

Kita dipanggil untuk memandang orang lain dengan mata kasih Kristus, bukan dari penampilan, status, atau kelemahannya.

Dengan menaruh iman kepada Allah, kita juga percaya bahwa para malaikat pelindung sungguh menjadi sahabat rohani yang membantu kita berjalan menuju keselamatan. Jangan takut, jangan khawatir, sebab Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian.

Semoga kita berani menghargai dan merangkul siapa pun, terutama yang dianggap kecil oleh dunia, karena di hadapan Allah mereka berharga dan dijaga oleh malaikat yang selalu memandang wajah-Nya.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah saya sungguh percaya bahwa setiap pribadi, termasuk saya sendiri, dijaga dan dilindungi oleh malaikat pelindung?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo