Kongregasi Suster SFSC: Kaul Kekal dan Angka 12 (3)

0
178 views
Menyerahkan hidup sepenunya kepada Gereja melalui Kongregasi Suster SFSC. (Romo Leo Mali Pr)

SEMENTARA itu, dua orang lainnya menunda kaul kekalnya. Sebanyak 12 orang lainnya kemarin  mengikrarkan kaul kekalnya di Capua tanggal 12 September 2020. 

Keistimewaan angkatan ini secara simbolik tergambar dalam angka 12. Angka 12 menunjukkan jumlah mereka sebanyak 12  orang yang berkaul kekal pada tanggal 12 September.

Tapi lebih dari itu, angka 12 juga menunjukkan lamanya tahun persiapan mereka untuk mengikrarkan kaul kekal (dua belas tahun).

Masa formasi 12 tahun meliputi formasi kepribadian secara integral; pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai terutama di dalamnya adalah pengalaman langsung terhadap kharisma pelayanan Kongregasi.

Proses yang panjang ini tentu saja melelahkan.

Prosesi kaul kekal 12 suster Kongregasi SFSC.

Karena hal ini menuntut kesabaran dan ketahanan. Terutama situasi kongregasi yang terus berkembang sebagai komunitas dalam Gereja yang bersifat universal, menuntut kesiapan serta kemampuan para anggotanya agar sanggup hidup dalam perbedaan kultur dan berbagai bahasa dan budaya yang berbeda-beda.

“Karena itu angka 12 juga merepresentasikan harapan baru 12 orang murid Yesus yang mewakili kawanan Israel baru yang bertahan hingga akhir untuk melanjutkan pengutusan Kristus.”

Romo Daniel Nuwa, Ketua Ikatan Rohaniwan-rohaniwati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA) mengungkapkan rasa haru dan kebanggaanya atas peristiwa pengikraran kaul kekal ke 12 suster, di mana 10 orang dari mereka berasal dari Indonesia.

Secara pribadi, ia bangga karena peristiwa ini menunjukkan suburnya panggilan hidup membiara di berbagai wilayah Tanahair.

Bersama para imam asal Indonesia dan lainnya.

Situasi ini tentu saja menimbulkan optimisme baru di tengah kenyataan menurunnya panggilan hidup membiara di Italia maupun di Eropa pada umumnya. 

Tetapi secara khusus, ia mengungkapkan kegembiraan melihat formasi yang baik yang dilakukan oleh Kongregasi SFSC terhadap anggotanya. Jumlah memang penting tapi lebih dari itu, yang lebih utama kualitas terbaik dalam pelayanan.

Untuk pelayanan terbaik memang diperlukan formasi yang baik. Ia berterimakasih karena Konggregasi SFSC menunjukkan kesungguhan dalam memberi kesempatan puteri-puteri Indonesia untuk menyiapkan diri sebaik-sebaiknya demi melayani Tuhan dan seluruh dunia melalui kharisma pelayanan mereka. 

Romo Denol juga berharap agar sebagai sesama religius dan imam Indonesia yang berada di Italia, secara khusus mereka yang saat ini sedang berkarya di luar negeri, untuk tetap saling mendukung dan mendoakan.

Ia juga berharap agar sikap saling mendukung yang positif ini juga dapat menjadi satu kekuatan bagi ke-12 yubilaris yang baru saja mengikrarkan kaul kebiaraan mereka. Untuk  tetap sanggup dan setia menjaga janji prasetya yang telah mereka ikrarkan. 

Sukacita bersama.

Ja’i dan Tebe, sukacita dalam pelayanan

Setelah upacara Perayaan Ekaristi, pengucapan kaul, kemeriahan hari itu dilanjutkan dengan  perayaan syukur bersama dengan segenap umat yang hadir. Kemeriahan itu menjadi khas Indonesia khususnya Timor dan Flores, karena  para religius dan biarawan Indonesia memeriahkan perayaan hari itu dengan bersama-sama menarikan tarian massal  khas daerah Flores, Bajawa Ja’I dan tarian massal Tebe dari daerah Belu-Malaka.

Umat yang sempat hadir dalam perayaan itu-pun  ikut bernyanyi dan  menari bersama.

Salah seorang umat (warga Italia)  yang mengenal kehidupan para suster menyampaikan kesannya mengenai kehidupan mereka. 

“Setiap kali waktu kami melihat mereka yang selalu gembira dan tersenyum dalam melayani, kami diingatkan untuk tidak lupa bersyukur dan berbahagia setiap hari.”

Terimakasih dan selamat berbahagia para suster. (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here