Matamu adalah Pelitamu

0
173 views
Matamu adalah pelitamu
  • Bacaan 1: 2Raj 11:1-4.9-18.20
  • Injil: Mat 6:19-23

Pelita adalah semacam lampu tradisional yang menggunakan bahan bakar minyak, sumbu, dan memancarkan cahaya dalam gelap. Berfungsi untuk menerangi ruangan gelap maupun alat penuntun di saat berjalan dalam kegelapan. Dalam berbagai budaya, pelita sering melambangkan simbol pencerahan dan kebijaksanaan.

Tuhan Yesus menggunakan gaya sastra “metafora” untuk menjelaskan bagaimana cara memandang hidup yang benar dan mudah dipahami oleh para pendengar-Nya.

Ketika Tuhan Yesus bersabda:

“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

Tuhan ingin mengatakan bahwa, jika hati dan cara pandangmu lurus, terarah kepada Allah, maka seluruh hidupmu akan berada dalam terang. Sebaliknya, jika hati dan cara pandangmu dikuasai keserakahan, iri hati, atau ambisi diri, maka seluruh hidupmu akan berada dalam kegelapan.

  • Mata melambangkan hati, niat, cara pandang, dan orientasi batin seseorang.
  • Terang melambangkan kebenaran, hikmat, dan kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah.
  • Kegelapan melambangkan kesesatan, dosa, keserakahan, dan hidup yang menjauh dari Allah.

Hal ini tergambar dalam kisah Atalya (ibu Raja Ahazia, Raja Yehuda).

Seorang ibu semestinya sangat menyayangi keluarganya. Namun tidak demikian dengan Atalya. Saat mengetahui anaknya, yaitu Raja Ahazia mati, bukan bersedih malah merancang kejahatan besar dengan kudeta serta membunuh seluruh keturunan Raja Daud.

Karena janji-Nya kepada Raja Daud, Allah masih melindungi salah satu anak Ahazia yaitu Yoas yang saat itu masih bayi. Ia diselamatkan bibinya, Yoseba.

Saat itu, Atalya sedang “gelap mata” sehingga dikuasai oleh kuasa jahat. Ia hanya melihat takhta yang harus dipertahankan namun malah berakhir dengan kehancuran. Atalya rela membunuh pihak lain demi itu. Berbeda dengan Yoseba dan imam Yoyada yang tetap memiliki “mata baik” dan fokus kepada “Perjanjian Allah” yang harus tetap dijaga.

Pesan hari ini

Matamu adalah pelita yang memberi terang untuk melihat jalan. Mata juga melambangkan hati, cara pandang, dan orientasi batin seseorang.

Hati yang tertuju kepada harta duniawi melahirkan kegelapan dan kehancuran. Namun, hati yang tertuju kepada Allah melahirkan terang, kesetiaan, dan sukacita bagi semuanya.

“Keserakahan adalah sejenis lubang tanpa dasar di mana itu benar-benar tidak ada habisnya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo