Melepaskan untuk Menemukan

0
398 views
Ilustrasi: 109 Tahun Seminari Mertoyudan tanpa palem raja. (Ist)

Rabu, 30 November 2022

  • Rm. 10:9-18.
  • Mzm. 19:2-3,4-5.
  • Mat. 4:18-22.

SETIAP panggilan khusus lahir dari prakarsa Allah. Panggilan itu merupakan pemberian dari kasih Allah.

Allah selalu mengambil langkah pertama, menyentuh hati manausia dengan suara lembut penuh kuasa.

Bukan karena Allah menemukan sesuatu yang indah pada diri kita, tetapi karena kehadiran kasih-Nya membuat kita terbuka untuk ikut dan berserah setia pada-Nya.

Panggilan dan jawaban bagai dua sisi mata uang. Sekeping mata uang bernilai karena ada dua sisi, yakni gambar dan angka.

Demikian halnya dengan panggilan. Panggilan bernilai jika ada yang memanggil dan ada yang menjawab.

“Saya awalnya ragu melepaskan anakku untuk masuk ke seminari,” kata seorang bapak.

“Saya tidak ingin anakku kecewa dan terpuruk jika gagal di tengah jalan,” lanjutnya.

“Namun tekad dan niat anakku yang membuatku berubah pikiran, jika dia tidak pernah berusaha dan menjalaninya, mimpi tetap tinggal mimpi dan tidak pernah jadi kenyataan,” ujarnya.

“Inisiatif panggilan datang dari Allah Sendiri, sedang dari kita dituntut jawaban yang tegas atas panggilan Allah itu,” lanjutnya.

“Jika panggilan itu misteri dan milik Tuhan, maka tidak seorang pun bisa yakin sepenuh hati,” lanjutnya.

“Saya hanya bisa berdoa, semoga anakku sungguh bisa menanggapi panggilan Tuhan dengan penuh sukacita,” tegasnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Setiap panggilan mengikut Yesus kita diundang untuk melepaskan atau meninggalkan hal-hal lain: jala, perahu, rumah.

Allah memanggil kita semua untuk masuk ke dalam hubungan dengan diri-Nya. Kemudian Dia memanggil setiap kita untuk melayani seperti Yesus melayani.

Panggilan yang sama pula bergema dalam diri kita bahwa setiap pribadi dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya keselamatan yang telah dimulai oleh Yesus Kristus.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku bahagia ikut panggilan Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here