Iman Timbul dari Pendengaran

0
294 views
Mendengarkan

Bacaan 1: Rm 10:9-18

Injil: Mat 4:18-22

Saat pertama kali berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal, mungkin ada semacam pergumulan batin apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak.

Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat penting dalam sebuah relasi dan itu tidak mudah. Apalagi bertemu dengan orang yang sama sekali tidak dikenal, tentu ada rasa ragu.

Bacaan injil hari ini, mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus bertemu dan memanggil murid-murid-Nya yang pertama. Mereka adalah para nelayan di sekitar Danau Galiea, Simon atau Petrus dan saudaranya Andreas, serta Yakobus dan saudara Yohanes.

Bagi mereka, Tuhan Yesus mungkin adalah orang asing (tidak dikenal sebelumnya).

Tanpa ragu mereka menaruh kepercayaan kepada Yesus yang akan mengutusnya menjadi “penjala manusia”. Secara totalitas, mereka mendengarkan dan meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan untuk menanggapi pengutusan-Nya.

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Perayaan Santo Andreas, Rasul, mengingatkan tugas panggilan kita untuk mewartakan Kabar Gembira. Sebagai katolik, oleh Sakramen Pembaptisan, kita dipanggil dan diutus untuk bermisi.

Dalam Alkitab, manusia bisa dibagi menjadi tiga bagian: kaki-tangan, mata-hati, dan mulut-telinga.

Dengan mulut-telinga, kita mendengar dan mengaku iman. Dengan mata-hati kita menaruh iman, dan dengan kaki-tangan, kita melaksanakan apa yang dikehendaki iman.

  • Dengan hati, orang percaya dan dibenarkan,
  • Dengan mulut, orang mengaku dan diselamatkan.

Demikian Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat Roma.

Maka tugas panggilan yang telah diberikan kepada para rasul harus dilanjutkan oleh para pengikut Tuhan Yesus hingga hari ini dan selama-lamanya.

“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia?

Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?”

Pesan hari ini

Kita diutus mewartakan Kabar Gembira Allah agar setiap orang bisa mendengarnya lalu diselamatkan. Sebab iman timbul dari pendengaran.

Wartakan injil mulai dari orang terdekatmu.

“Pemimpin terbesar belum tentu orang yang melakukan hal-hal terbesar. Dia adalah orang yang membuat orang-orang melakukan hal-hal terbesar.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here