Membalikkan Standar Dunia

0
260 views
Bahagia
  • Bacaan 1: Zef. 2:3; 3:12-13
  • Bacaan 2: 1Kor. 1:26-31
  • Injil: Mat. 5:1-12a

Saat kita mendengar kata “bahagia” maka yang ada dalam pikiran adalah, rasa senang, keinginan terpenuhi, terbebas dari masalah, kaya, diakui, berhasil, berkuasa dan sebagainya. Bahagia menurut dunia sering diartikan hidup enak dan nyaman.

Namun bahagia menurut Tuhan Yesus yang diajarkan-Nya kepada banyak orang saat itu merupakan suatu paradoks (bertentangan dengan logika). Bahagia menurut-Nya lebih kepada sebuah keadaan seseorang yang diberkati Allah, karena relasinya dengan Allah.

Kerajaan Allah membalikkan apa yang dunia anggap sukses, kuat, dan bahagia.

Tuhan Yesus bersabda bahwa orang bahagia karena:

  • Miskin di hadapan Allah (akan memiliki Kerajaan Surga).
  • Berdukacita (akan dihibur Allah).
  • Lemah lembut (pemilik bumi).
  • Lapar dan haus akan kebenaran (akan dipuaskan).
  • Murah hatinya (akan diberi kemurahan).
  • Suci hatinya (akan melihat Allah).
  • Membawa damai (ciri khas anak-anak Allah).
  • Dianiaya oleh sebab kebenaran (akan memiliki Kerajaan Surga).
  • Dicela, dianiaya dan difitnahkan segala yang jahat.

“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Kepada Gereja di Korintus, Rasul Paulus juga memberikan peneguhan kepada mereka tentang standar bahagia menurut Allah yang bertentangan dengan logika manusia. Sebelum dibaptis menjadi Kristen, mereka bukanlah siapa-siapa (warga biasa saja).

Apa yang dianggap bodoh, lemah, tidak terpandang dan tidak berarti bagi dunia namun justru dipilih Allah. Hal ini mengingatkan kita semua agar tidak sombong namun berserah pada penyertaan Tuhan.

“Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” Demikian nasihat Rasul Paulus kepada mereka.

Sementara Nabiah Zevanya menasihati kita agar hidup fokus pada Tuhan dan bukan kepada dunia yang mematikan.

“Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.”

Pesan hari ini

”Sembilan Sabda Bahagia Tuhan Yesus” membalikkan ukuran standar bahagia menurut dunia. Ukuran bahagia menurut Tuhan Yesus lebih menekankan sukacita rohani dalam kerendahan hati, kebenaran, kesucian dan damai.

Itulah gambaran umat Kristiani yang hidup dari iman dan kasih.

“Selalu bersyukur atas segala hal dalam hidup ini, itu adalah kunci kebahagiaanmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo