Memberi Secara Tulus, Ihklas dan Maksimal

0
240 views
Ilustrasi - Janda Miskin memberi sumbangan donasi. (Ist)

Bacaan 1: Why 14:1-3. 4b-5
Injil: Luk 21:1 – 4

KAMU pernah mengalami saat mendapatkan rezeki atas hasil usaha kerjamu, lalu tiba-tiba saja datang berita jika salah satu saudaramu masuk rumah sakit perlu biaya, dan temanmu meninggal sehingga keluarga yang ditinggalkan perlu bantuan. Setelah itu ketemu lagi ada teman yang membutuhkan bantuan?

Singkat kata, rezeki yang kamu dapat (jika kamu mau) harus dibagikan kepada saudaramu dan teman-temanmu yang butuh bantuan itu.

Jika diberikan kepada mereka maka uang tak tersisa lagi untuk orang dirumah dan kemungkinan besar akan ngomel. Namun jika tak diberikan, kasihan juga mereka sangat membutuhkan.

Dalam kondisi seperti itu, sungguh tak mudah untuk mengambil keputusan. Namun pernahkah berpikir bahwa orang-orang yang perlu bantuan itu sebetulnya adalah perwujudan Tuhan yang sedang mengujimu?

Rezekimu sudah pasti berasal dari Tuhan, namun saat Dia memintanya kembali apakah kamu sanggup dan iklas memberikannya?

Pernah membayangkan seluruh uang gajimu disumbangkan ke Gereja atau untuk membantu temanmu yang sangat membutuhkan?

Hari ini, saya mendapatkan pelajaran telak dari kisah seorang janda miskin. Ia ihklas memberikan seluruh pendapatannya pada hari itu sebagai persembahan kolekte di rumah ibadah.

Praktis keluar dari rumah ibadah tak ada lagi uang di tangannya. Tak ada lagi uang untuk makan atau naik angkot pulang.

Sementara itu, ada orang kaya yang memberikan kolekte dengan jumlah lebih besar dari pemberian janda itu.

Namun keluar dari rumah ibadah, ia tentu masih punya uang banyak untuk sekedar mampir ke restoran atau membeli bahan bakar untuk mobil mewahnya.

Yesus memuji keberanian si janda miskin itu, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

Dalam penglihatannya, Yohanes melihat Anak Domba berdiri di gunung Sion (tempat dimana Mesias akan tampak sebelum perang terakhir melawan kekuatan jahat).

Anak Domba muncul bersama para kudus yang setia mengikuti-Nya, mereka yang tidak pernah mencemarkan diri terhadap dosa.

Sebuah gambaran para kudus, suci sempurna yang telah ditebus-Nya dan senantiasa memuji Allah dalam senandung puji-pujian kudus.

Pesan hari ini

Tuhan yang memberi dan Tuhan pula yang berhak meminta kembali. Namun kadang manusia tidak peka dan pilih mempertahankannya. Perlu belajar iklas untuk melepaskan apa yang dimiliki.

“Aku bisa menjadi seperti sekarang karena pilihan yang kuambil kemarin. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here