Menemukan Harta Terpendam

0
663 views

“Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.” (Mat 13,44)

BEBERAPA waktu yang lalu Kabupaten Mamuju Utara dihebohkan oleh dugaan adanya harta karun di pantai Dusun Muara. Banyak warga datang ke sana, sehingga aparat dan perangkat desa turun tangan untuk mengamankan daerah tersebut. Mereka datang dengan berbagai tujuan: ada yang dengan serius ingin mencari harta karun, ada yang sekedar bertanya-tanya, ada juga yang sekedar penasaran.

Hebohnya berita tentang harta karun bermula dari adanya sebuah peta yang berasal dari alam gaib dan menunjukkan titik di pantai muara, yang diperkirakan sebagai lokasi tersimpannya harta karun tersebut.

Hebohnya harta karun di Mamuju sebetulnya merupakan salah satu dari sekian banyak kisah dan cerita tentang perburuhan harta karun di beberapa tempat. Bahkan Sang Guru pun telah memberikan pengajaran dengan menggunakan perumpamaan tentang harta yang terpendam. Harta terpendam atau harta karun merupakan kisah atau cerita yang sudah lama dikenal banyak orang, entah orang pada jaman dahulu maupun jaman ini.

Harta karun adalah harta yang masih tersimpan di suatu tempat dan belum diketemukan. Harta karun bisa terpendam di pegunungan, di sungai, di gua-gua bawah tanah atau di tempat lain, selaras dengan isu, informasi atau petnjuk yang ada. Harta karun bisa berwujud uang, batangan emas atau benda antik lainnya yang harganya tinggi atau jumlahnya banyak.

Apapun bentuknya, yang namanya harta selalu menjadi perhatian dan daya tarik bagi banyak orang untuk mencerinya, menemukannya dan memilikinya. Bahkan orang berani mengeluarkan biaya banyak demi mendapatkan harta karun atau harta terpendam, seperti dilakukan oleh seorang yang menjual harta miliknya dan kemudian membeli ladang, dimana tersimpan harta terpendam.

Harta terpendam hanyalah sebuah perumpamaan, bukan sebuah kenyataan. Perumpamaan yang mau menyampaikan sebuah pesan dan ajakan bagi para murid. Para murid diajak untuk mencari dan menemukan harta karun yang sesungguhnya, yakni Kerajaan Allah. Tidak ada hal lain yang lebih berharga dan bernilai dibandingkan dengan perburuan untuk mencari dan menemukan Kerajaan Allah. Bagi Raja Salomo, yang menjadi impian dan perburuhan bukanlah emas, perak, kekuasan, jabatan dan harta lainnya, tetapi kebijaksanaan. Kebijaksanaan pun merupakan sebuah harta karun, yang harus dicari dan ditemukan serta dimiliki, agar orang bisa sampai kepada Allah.

Harta terpendam macam apa yang selama ini aku cari, aku kejar, ingin aku temukan dan kumiliki sepanjang kehidupan ini? Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here