Menerima Undangan Pesta

0
427 views
Ilustrasi - Pesta dengan makan enak sesuai tatakan di meja by ist

Kamis, 18 Agustus 2022

  • Yeh. 36:23-28.
  • Mzm. 51:12-13,14-15,18-19.
  • Mat. 22:1-14.

SETIAP orang pasti pernah diundang dalam sebuah pesta pernikahan.

Namun kadang kita dibuat sangat sulit dan rasa tidak nyaman karena dalam waktu yang bersamaan kita mempunyai dua atau tiga undangan dan sementara itu juga mempunyai janji atau pekerjaan yang harus segera di selesaikan.

Mana yang akan Anda pilih? Memilih hadir pada salah satu undangan atau tidak akan menghadiri semuanya, supaya adil dan bisa mengerjakan pekerjaan yang belum terselesaikan.

Memilih jelaslah berhubungan dengan prioritas.

Prioritas menyangkut pemahaman mana yang paling penting dan mendesak serta yang paling menguntungkan kita.

Ketika kita memilih untuk hadir pada salah satu undangan, padahal dalam waktu yang bersamaan ada undangan-undangan yang lainnya. Itu artinya ada nilai lebih bagi kita untuk menghadiri undangan tersebut ketimbang yang lainnya.

“Beberapa waktu lalu, keponakan saya mempersiapkan pernikahannya,” kata seorang sahabat.

“Untuk Pesta Pernikahan yang hanya beberapa jam itu, terlihat betapa banyak persiapan yang harus dilakukan dan perlu waktu yang sangat panjang,” lanjutnya.

“Mulai dari mencari gedung untuk pesta, yang kadang tidak bisa langsung cocok, dekorasi, makanan, pakaian, jumlah tamu yang diundang, suvenir, dan kemudian menetapkan photographer yang andal, lalu mencari EO yang baik, supaya bisa mengorganisir acara dengan baik,” sambungnya.

“Ada banyak hal yang menguras tenaga, pikiran dan perasaan, dan tentu biaya,” ujarnya.

“Jika semuanya sudah beres dipersiapkan, masih ada rasa was-was, berkaitan dengan cuaca, dan juga para tama undangan. Tentu harapannya cuaca mendukung, tidak turun hujan, bahkan terjadi banjir,” lanjutnya.

“Berkaitan dengan tamu undangan, tentu sangat diharapkan datang. Mereka telah memilih dari sekian banyak teman dan sahabat serta saudara yang dimilikinya untuk diundang secara khusus,” sambungnya.

“Alangkah sedih dan kecewanya jika tamu undangan yang telah diberi prioritas dan diundangnya itu tidak datang,” katanya.

“Undangan satu yang telah sampai tangan kita itu telah melewati berbagai seleksi hingga kita menerima penghargaan untuk menghadiri pesta tersebut. Undngan itu telah menyingkirkan banyak orang,” paparnya.

“Ketidakhadiran kita akan menjadi sebuah pelecehan, bahkan penghinaan bagi pemilik pesta. Kita tidak menghargai pengundang kita,” tegasnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

“Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Makna perumpamaan itu: Raja yang mengadakan perjamuan kawin itu ialah Allah.

Perjamuan kawin melambangkan kebahagiaan di zaman Mesias.

Sedangkan anak raja itu tidak lain adalah Mesias.

Hamba-hamba yang disuruh raja ialah para nabi dan rasul.

Para undangan yang tidak mengindahkan undangan atau menganiaya hamba-hamba raja itu orang Yahudi yang memusuhi Yesus.

Sedangkan mereka yang dikumpulkan dari jalan adalah orang berdosa dan kaum kafir..

Kota yang terbakar ialah Yerusalem yang dimusnahkan.

Tuhan Yesus ingin para pendengar-Nya merespon diri-Nya sebagai penggenap Kerajaan Allah itu.

Itulah hal terpenting dan paling berharga yang dapat manusia peroleh dalam hidup ini.

Itulah prioritas utama. Alih-alih mereka menanggapi dengan penuh sukacita, mereka menolak undangan Yesus, bahkan kelak mereka malah membunuh-Nya karena alasan-alasan yang tidak dapat diterima.

Bagaimana dengan diriku?

Apakah aku menghargai undangan Allah dalam hidup ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here