Menyemai Harapan Masa Depan di LKSA St. Thomas Ngawen, Gunung Kidul, DIY (1)

0
335 views
Panti Asuhan Santo Thomas milik Yayasan Santa Maria Abdi Kristus dengan pengampu para Suster Biarawati Abdi Kristus (AK) di Ngawen, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. (Mathias Hariyadi)

WONOSARI dan Kabupaten Gunung Kidul ada di belahan bagian selatan Provinsi DIY. Ada di wilayah ketinggian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meski sangat jauh dari keramaian masyarakat urban yang mengisi hari-hari penuh sibuk di Kota Gudeg, jalan-jalan raya nasional di Wonosari ini pun sungguh tak kalah dibanding jalan-jalan di kota Yogyakarta.

Panti Asuhan Santo Thomas Ngawen

Tidak jauh dari Wonosari -sekitaran 25 km arah timur utara- ada sebuah dusun kecil bernama Ngawen. Di dusun yang sepi dan tenang ini, Yayasan Santa Maria Abdi Kristus mengelola sebuah panti asuhan.

Kini nama dan istilah “panti asuhan” memang telah dibuat lebih “manis”. Ini sesuai anjuran resmi pemerintah dan dengan demikian nama identitas lembaga sosial Katolik ini lalu berubah menjadi LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Santo Thomas.

Para Suster Kongregasi Biarawati Abdi Kristus (AK) menjadi pengampu karya sosial amal kasih ini. Menyediakan fasilitas hidup, sekolah, dan tempat tinggal bagi puluhan anak dan remaja dari seluruh Indonesia. Tentu saja yang hidupnya tidak seberuntung kita.

Mereka tidak punya harapan masa depan. Karena itu, Tuhan lalu menitipkan mereka kepada para Suster AK. Untuk merawat mereka, menyekolahkan anak-anak dan remaja ini Ngawen, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY.

Panti Asuhan atau LKSA Santo Thomas di Ngawen, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. (Mathias Hariyadi)

Kisah penyelenggaraan ilahi

Kepada Sesawi.Net yang mengunjungi LKSA Santo Thomas di Ngawen ini, duo Suster senior AK pun lalu berkisah. Mereka adalah Sr. Angelina AK dan Sr. Borromea AK.

Kalau dihitung-hitung secara akal, memang mustahil menyelenggarakan karya amal kasih ini tanpa menerima banyak bantuan dari “tangan-tangan tak kelihatan” namun punya semangat sosial belarasa sangat besar dan hati peduli untuk sesama.

Sr. Angelina AK dan Sr. Borromea AK, duo suster senior Kongregasi Abdi Kristus (AK) pengampu LKSA St Thomas Ngawen, Wonosari, Gunung Kidul, DIY. (Mathias Hariyadi)

Merawat hidup dan menyemai masa depan 80 anak panti

Saat ini, LKSA Santo Thomas Ngawen ini merawat sedikitnya 80 anak dan remaja. Mayoritas berasal dari wilayah NTT, Kalimantan, dan Kepulauan Mentawai (Sumbar).

Bisa sampai “mendarat” dengan selamat di dusun Ngawen ini tentu saja karena kebaikan para pastor dan bruder di wilayah pastoral pedalaman.

Karena para Suster AK ini sungguh ingin membuat mereka bisa maju. Terutama dalam soal meraih akses pendidikan di Jawa.

Agar di kemudian mereka, anak-anak dan remaja dari wilayah pedalaman ini punya kemampuan intelektualitas yang mumpuni. Untuk membangun masa depan wilayah dari mana mereka aslinya berasal.

Program pengembangan mutu SDM masa depan

Ini memang sebuah program investasi pengembangan SDM masa depan di wilayah-wilayah pedalaman.

Syukurlah, Kongregasi Suster Biarawati Abdi Kristus (AK) masih punya hati dan kepedulian akan masa depan anak dan remaja dari kawasan pedalaman ini.

Mereka melakukannya dengan setia di LKSA Santo Thomas di Ngawen, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY.

Di dusun yang cukup sepi ini, bibit-bibit semai harapan masa depan terjadi. Berkat ketekunan dan kesetiaan sejumlah Suster AK. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here