Orang Besar

0
157 views
Ilustrasi: Jangan Sombong. (ist)

Sabtu, 01 Oktober 2022
Pesta St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus
Bacaan I: Yes. 66: 10-14c
Injil: Mat. 18: 1-5

SETIAP kali mendengarkan acara politik di televisi, apakah itu diskusi atau debat maka yang muncul adalah perdebatan tentang siapa atau kelompok siapa yang paling hebat, paling berjasa dan paling berpengaruh di negeri ini.

Setiap kelompok akan menunjukkan kehebatan “jagoannya” atau kelompoknya sembari merendahkan kelompok lain dengan sejumlah kritik. Sehingga yang terjadi hanya perdebatan seru dan sering menjurus pada sikap emosional.

Tidak ada peserta yang mendengarkan satu dengan yang lain; yang terjadi setiap kali hanya mempertahankan pendapat dan menyerang orang lain.

Lalu siapa yang terbesar dan paling hebat?

Hal lebih menarik amat sering ditampilkan tokoh yang dalam kritiknya selalu menyebut orang yang dikritik sebagai orang bodoh dan dungu.

Dengan berbagai argumen dan cara mau menunjukan bahwa pendapatnya sebagai kebenaran dan pendapat orang lain sebagai bentuk kedunguan atau kebodohan.

Pertanyaannya adalah apakah dengan membodohkan dan mendungukan orang lain lalu menjadikan dirinya orang yang pandai?

Itulah fenomena yang ada di sekitar kita. Kecenderungan untuk berebut menjadi yang terbesar, terhebat dan “ter-ter” lainnya selalu ada. Dan sayangnya usaha menunjukkan sebagai yang “ter” bukan dengan cara menampilkan prestasi yang “ter” tetapi dengan cara merendahkan atau menjelekkan lian.

Entah itu dalam bentuk verbal terbuka atau dengan cara bisik-bisik yang kemudian tersebar sebagai isu.

Sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam injil Lukas, membalikkan pandangan dan kecenderungan yang ada.

Siap yang menjadi terhebat bukan mereka yang bisa merendahkan orang lain tetapi mereka yang mampu merendahkan diri. Merendahkan diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain.

Dengan kata lain menjadi orang paling hebat adalah orang yang mampu merendahkan diri untuk menjadi pelayan agar orang lain menjadi hebat. “Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here