Pelita Hati: 04.09.2022 – Lepas Bebas dan Totalitas

0
510 views

Bacaan: Kebij. 9:13-18, Flm. 9b-10.12-17, Lukas 14:25-33

Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. (Luk 14:26-28.33

Sahabat pelita hati, 

MENDENGAR kata-kata Tuhan dalam pelita sabda hari ini tentunya banyak yang  bertanya-tanya. Betulkah sabda Tuhan demikian? Rasanya terasa sangat keras, tak masuk akal dan tak manusiawi. Bagaimana kita harus membenci orang tua dan segala yang kita mikiki? Yesus mau menekankan bahwa setiap murid Yesus harus mengutamakan Kristus daripada yang lainnya, bahkan secara radikal dikatakan harus siap mengorbankan nyawa. Terpenting, Yesus juga menyerahkan nyawa demi ketaatan-Nya kepada Bapa dan demi penebusan dosa manusia. 

Sahabat terkasih,  

Murid Tuhan bukanlah orang yang biasa-biasa saja tetapi harus luar biasa. Bukan berarti menjadi manusia ‘super’ yang tanpa cacat cela, tetapi menjadi pribadi yang siap dengan totalitasnya dalam mengikut Tuhan. Rela melepaskan kehendak dan kepentingan diri dan siap mengarahkan hati sepenuhnya (hanya) kepada Tuhan. Inilah radikalitas kekristenan yang sudah ditanamkan oleh Tuhan kepada ke-12 murid-Nya di masa lampau. Pada zaman sekarang sikap militan semacam ini harus terus-menerus diperjuangkan untuk melawan arus zaman yang serba permisif. Tuhan tak menghendaki kita menjadi pribadi yang mudah menawar tetapi tegar dan teguh dalam setiap tantangan dan perjuangan. Tidak menghindar dari salib kehidupan tetapi siap memikulnya hingga di ujung zaman. Semoga kita mampu mengusahakan dan memperjuangkannya. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Indonesia tanah airku,
Indonesia tanah tumpah darahku.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku,
ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here