Pelita Hati: 12.08.2020 – Bijak Bernasehat dan Hidup dalam Kasih

0
670 views

Bacaan Matius 18:15-20

Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Sahabat pelita hati,

PELITA sabda hari ini sarat dengan pesan keutamaan. 

Setidaknya ada tiga (3) pesan keutaman indah yang kita temukan dalam pelita sabda kita hari ini, yaitu:

  1. Tuhan mengajarkan perlunya mengembangkan cara yang santun dalam menegur atau memberi nasehat. Tak boleh kita mempermalukan dan menjatuhkan nama sesama di depan umum. Harus melalui tahap-tahap yang santun dengan menghargai martabat hidup sesama.
  2. Tuhan mengajarkan bahwa antara hidup di dunia dan kelak saling berkesinambungan. Kebaikan yang kita ikat di dunia akan diikat di surga. Dengan kata lain keutamaan yang kita kumpulkan di dunia juga akan kita tuai nantinya.
  3. Akhirnya kita diyakinkan bahwa jika ada dua atau tiga orang yang hidup dalam kebaikan dan percaya pada maha kasih-Nya,Tuhan ada di tengah-tengah mereka alias  Tuhan memberkati mereka. 

Sahabat pelita hati,

Semoga pesan  keutamaan dalam pelita sabda hari ini semakin mendorong kita untuk menjadi pribadi-pribadi selalu hidup dalam kasih: santun dalam bertutur kata dan selalu mengedepankan kasih dalam menegur sesama. Ujung akhirnya adalah jika kita hidup dalam kasih niscaya Tuhan selalu ada beserta kita.

Ke Palembang membeli duku,
duku manis di jalan Merdeka.
Dua-tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,
di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here